Pemudik tujuan Pulau Rote mulai berkurang

id mudik

Aktivitas arus mudik Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang pada Rabu (13/6) atau H-2 mulai turun, jika dibandingkan dengan lautan manusia yang terjadi pada Selasa (12/6). (ANTARA Foto/Benny Jahang)

Para pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Feri Bolok Kupang menuju Pelabuhan Pantai Baru di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur mulai menurun
Kupang (AntaraNews NTT) - Para pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Feri Bolok Kupang menuju Pelabuhan Pantai Baru di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur mulai menurun.

"Pemudik tujuan Rote Ndao sudah mulai berkurang karena sebagian besarnya telah berangkat ke pulau terselatan Indonesia itu sejak 8 Juni lalu," kata Kasubag Humas Polres Kupang, Iptu Simon Seran kepada Antara di Kupang, Rabu (13/6).

Ia mengatakan, jumlah penumpang mudik menuju Rote pada Rabu (13/6) hanya 547 orang dengan menumpang dua KMP Feri milik ASDP Kupang. Sebanyak 378 pemudik berangkat menuju Rote pukul 08.00 wita dengan menumpang KMP Inerie 2.

Selain mengangkut penumpang KMP Inerie 2 juga mengakut 32 unit kendaraan roda dua, empat unit kendaraan roda empat serta lima unit kendaraan roda enam yang penuh dengan muatan sembako untuk kebutuhan masyarakat di pulau terselatan di Indonesia itu.

Sementara itu KMP Umakalada mengakut 169 orang penumpang serta 22 unit sepeda motor dan tiga unit kendaraan roda empat dan satu unit kendaraan roda enam.

"Jumah penumpang sudah mulai menurun bahkan jumlah pemudik akan terus berkurang hingga H-1 lebara nanti," ujarnya.

Simon mengingatkan seluruh pemudik yang menggunakan KMP Feri untuk tetap berhati-hati selama dalam pelayaran.

Baca juga: 8.575 pemudik melalui Pelabuhan Tenau Kupang
Baca juga: Pemudik sepeda motor memadati pelabuhan feri Bolok
Aktivitas arus mudik Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang pada Rabu (13/6) atau H-2 mulai turun, jika dibandingkan dengan lautan manusia yang terjadi pada Selasa (12/6). (ANTARA Foto/Benny Jahang)

Kondusif
Sementara, kondisi keamanan di wilayah Pelabuhan Feri Bolok di Kupang Barat, Kabupaten Kupang hingga H-2 Idul Fitri 1439 Hijriah masih sangat kondusif dan berjalan lancar.

"Sampai saat ini situasi masih aman dan kondusif, kami juga belum pernah menerima laporan terjadi tindak kejahatan yang terjadi di Bolok selama arus mudik berlangsung," kata Simon Seran.

Tinggi mobilitas bongkar muat penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Feri Bolok sejak 8 Juni 2018 tidak berdampak pada adanya gangguan keamanan bagi pemudik.

Kendati demikian, kata Simon lagi, tim gabungan yang melakukan pengamanan di Pelabuhan Feri Bolok tetap dalam kondisi bersiaga untuk melakukan berbagai antisipasi terhadap gangguan keamanan dialami pemudik.

"Kami juga selalu mengimbau para pemudik waspada dan menjaga barang bawaan masig-masing untuk menghindari adanya pencopetan yang memanfaatkan situasi ramai di Pelabuhan Bolok," katanya pula.

Simon yang juga Komandan Pelaksana Operasi Ketupat di Pelabuhan Feri Bolok mengatakan, mengantisipasi terjadi berbagai tindakan kejahatan, seperti pemerasan, pencurian dan pencopetan, para petugas gabungan dari posko terpadu melakukan patroli rutin dalam kawasan pelabuhan itu.

"Kami juga melakukan pemantauan ke atas kapal feri yang hendak berangkat dari Pelabuhan Feri Bolok, sehingga para pemudik yang menggunakan jasa angkutan laut itu merasa aman," kata Simon pula.

Baca juga: Arus mudik di Bandara El Tari naik 17 persen
Aktivitas arus mudik Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang pada Rabu (13/6) atau H-2 mulai turun, jika dibandingkan dengan lautan manusia yang terjadi pada Selasa (12/6). (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar