Ranperda perlindungan wisatawan segera diparipurnakan

id Yucun

Ketua Komisi II DPRD Nusa Tenggara Timur Yucundianus Lepa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB).

Rancangan peraturan daerah (Ranperda) inisiatif tentang Pengelolaan Pariwisata dan Perlindungan Wisatawan segera diajukan ke sidang paripurna DPRD Nusa Tenggara Timur pada pekan depan untuk dibahas lebih lanjut.
Kupang (AntaraNews NTT) - Rancangan peraturan daerah (Ranperda) inisiatif tentang Pengelolaan Pariwisata dan Perlindungan Wisatawan segera diajukan ke sidang paripurna DPRD Nusa Tenggara Timur pada pekan depan untuk dibahas lebih lanjut.

"Saat ini sedang dalam penyempurnaan dan pada paripurna berikut pekan depan, kami sudah bisa diajukan untuk dibahas lebih lanjut," kata Ketua Komisi II DPRD NTT Yucundianus Lepa kepada Antara di Kupang, Rabu (11/7).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan perkembangan pembahasan ranperda inisiatif DPRD NTT tentang Pengelolaan Pariwisata dan Perlindungan Wisatawan yang akan berkunjung ke provinsi berbasis kepulauan itu.

Menurut dia, Komisi II sudah membahas dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan melakukan konsultasi ke pemerintah pusat, dan saat ini sedang dalam tahapan penyempurnaan.

Sekretaris Dinas Pariwisata NTT Welly Rohimone secara terpisah mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tengah menyiapkan rencana peraturan daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Bagi Wisatawan yang berkunjung ke provinsi berbasis kepulauan itu.

Baca juga: Kunjungan wisatawan ke Komodo mencapai 80.598 orang
Seekor Komodo tengah menyantap mangsanya berupa seekor kambing dalam sebuah atraksi di Taman Nasional Komodo. (ANTARA Foto)
Ranperda ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah NTT untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan, saat melakukan perjalanan wisata ke pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur.

Dia menambahkan, untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan, Pemprov NTT menjalin kerja sama dengan asuransi agar memberikan asuransi kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTT.

Asuransi diberikan oleh pemerintah dan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 bahwa wisatawan berhak mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

"Nanti wisatawan yang datang ke NTT itu ada asuransinya dan akan berlaku setelah perda ini diundangkan," katanya dan menjelaskan melalui asuransi itu, wisatawan mancanegara yang mengalami kecelakaan di destinasi wisata seluruh NTT ditanggung pihak asuransi. 

Pemprov NTT akan mengatur pola asuransi itu agar memberikan pendapatan juga bagi daerah. "Artinya, asuransi itu penting bagi wisatawan, dan juga memberikan pemasukan bagi peningkatan PAD NTT," demikian Welly Rohimone.

Baca juga: Sebanyak 18.807 wisatawan ke Komodo selama Ramadhan
Wisatawan asing sedang foto bersama saat seekor Komodo melintas di depan mereka. (ANTARA Foto)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar