Sepak Bola - Satgas Pamtas RI-RDTL gembleng Bintang Timur Akademi

id Bintang timur

Sejumlah pesepakbola dari Bintang Timur Akademi mendengarkan pengarahan dari sejumlah instruktur dari satgas Pamtas RI-RDTL di Atambua. (ANTARA Foto/humas bintang timur akademi)

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa BTA agar mereka mempunyai mental yang kuat sebagai pemain sepak bola usia dini.
Kupang (AntaraNews NTT) - Sebanyak tiga instruktur dari Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha (PSY) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Republik Demokrat Timor Leste (RI-RDTL) dipercayakan untuk menggembleng mental pesepakbola Bintang Timur Akademi (BTA) di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Instruktur Letnan Satu Inf Bambang Herwanto yang dihubungi Antara dari Kupang, Senin (16/7) mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa BTA agar mereka mempunyai mental yang kuat sebagai pemain sepak bola usia dini.

Ia mengatakan pihaknya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk menggembleng para pesepakbola BTA tersebut. Jika siswa BTA mengikuti program latihan dengan baik, lanjutnya, akan terbentuk mental dan sikap yang baik pula.

"Manajemen BTA sudah mengawali program ini dengan bagus. Karena, pembinaan mental sejak awal sangat diperlukan agar dalam pengembangan ilmu dan proses pendidikan bisa berjalan aman dan lancar dan prestasi yang ditargetkan juga akan dicapai dengan baik," ucapnya.

Sementara itu, Direktur BTA Jhon Leki mengemukakan program penggemblengan siswa BTA sudah dilakukan mulai kemarin (Minggu, 15/7) dan akan berakhir Selasa (17/7).

Baca juga: Bintang Timur wakili NTT di DNC nasional

Kegiatan pembentukan karakter itu menjadi salah satu program unggulan di BTA. Setiap siswa yang tergabung di akademi ini wajib mengikuti program itu sebelum mengikuti program lainnya. Jika ada yang tidak lulus dalam program ini, manajemen bisa menggantikan dengan calon siswa lain.

"Ini salah satu program yang wajib diikuti seluruh siswa BTA. Kalau ada rekomendasi dari para instruktur terkait siswa yang tidak lulus, pasti kita tidak akan mengikutkannya di akademi ini," tuturnya.

Sebab, kata Leki, akademi ini butuh pemain yang mental dan teknik bermain bolanya sama-sama bagus, baik di dalam maupun di luar lapangan. Program pendidikan karakter ini bisa terselenggara karena ada sinergi antara manajemen BTA bersama Satgas Pengamanan Perbatasan.

"Sudah ada komunikasi antara pendiri BTA, Fary Francis dengan Komandan Satgas Pengaman Perbatasan Mayor Inf I Putut Tangkas, sehingga program ini dapat terselenggara dengan baik. Apalagi, kehadiran Lettu Inf Bambang Herwanto dan lainnya sebagai instruktur," ujarnya.

Ia berharap para siswa bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan benar, sehingga saat kegiatan ini selesai, karakter para siswa juga berubah sesuai dengan materi yang diberikan. "Saya optimistis siswa yang mengikuti kegiatan ini akan terasah mentalnya dan bisa melahirkan prestasi yang baik pula," katanya. 

Baca juga: Kualitas Lapangan SSB Bintang Timur Berstandar Internasional
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar