Situasi keamanan di TTS kondusif

id PSU

Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto (AntaraNews NTT Foto/Kornelis Kaha)

"Kondisi keamanan di wilayah TTS sangat kondusif saat berlangsung maupun setelah pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Bupati-Wakil Bupati TTS periode 2018-2023, Sabtu (20/10), kata Kapolres AKBP Totok Mulyanto.
SoE, TTS (AntaraNews NTT) - Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) AKBP Totok Mulyanto mengatakan kondisi keamanan di wilayah tersebut sangat kondusif saat berlangsung maupun setelah pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Bupati-Wakil Bupati TTS periode 2018-2023, Sabtu (20/10).

"Hingga Minggu (21/10) pagi, kondisi keamanan di Timor Tengah Selatan tetap kondusif, meski awalnya kami khawatir akan ada terjadi sesuatu pascapemungutan suara ulang," katanya kepada Antara di Kupang, Minggu (21/10)

Ia mengatakan bahwa kondisi keamanan yang kondusif itu berkat adanya kerja sama yang baik antara seluruh aparat keamanan dengan masyarakat di kabupaten penghasil kayu cendana terbesar di Nusa Tenggara Timur itu.

Namun, pada Sabtu (20/10) malam pukul 22.30 Wita seluruh anggota Brimob Polda NTT sempat membubarkan konvoi pawai kemenangan yang dilakukan oleh sejumlah massa pendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

"Dari awal kami sudah larang tidak ada konvoi atau pawai kemenangan. Jika ada yang berani melakukan konvoi, sudah pasti akan kami bubarkan, karena bisa memicu terjadinya konflik di antara para pendukung," tegasnya.

Para pendukung kemudian berjalan menuju ke sekretariat untuk kembali berkumpul. Namun, Satuan Brimob Polda NTT bersama sejumlah pasukannya dengan senjata lengkap kembali membubarkan aksi kumpul-kumpul tersebut.
Anggota Reserse Mobile (Resmob) Polda NTT bersenjata lengkap patroli bersama di Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Sabtu (20/10/2018). Patroli itu dilaksanakan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan pascapemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten TTS. (ANTARA Foto)
Kasat Brimob Polda NTT Kombes Pol Deogenio de Fatima mengatakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif, sebelum melakukan pembubaran terhadap massa yang berkumpul itu.

"Ada 300 personel Brimob yang kami turunkan untuk mengamankan PSU di sini. Dan bersyukur semuanya aman dan aksi pembubaran yang dilakukan juga dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," katanya

Patroli
Setelah PSU dan penghitungan suara di 30 TPS yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, aparat keamanan gabungan dari Polda NTT langsung menggelar patroli untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasat Brimod Polda NTT Kombes Pol Deogenio de Fatima ditemui usai pelaksanaan patroli bersama di SoE, ibu kota Kabupaten TTS, mengatakan patroli tersebut melibatkan personel dari Reserse Mobile (Resmob) Polda NTT, Sabhara, Brimob, serta personel dari Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda NTT.

"Ada 300 personel Polda NTT yang dikirimkan ke TTS untuk BKO pengamanan PSU ini. Dan patroli ini merupakan patroli gabungan," katanya.

Ia menjelaskan patroli yang digelar itu bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga di Kabupaten TTS, sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan setelah PSU yang ketiga kalinya itu.
Anggota Reserse Mobile (Resmob) Polda NTT bersenjata lengkap patroli bersama di Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Sabtu (20/10/2018). Patroli itu dilaksanakan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan pascapemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten TTS. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

Berdasarkan PSU tersebut, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Timor Tengah Selatan nomor urut 3, atas nama Epy Tahun-Johny Konay unggul sementara dengan mengumpulkan 3.475 suara pada 30 TPS tersebut

Sedang, pasangan Obet Naitboho-Alex Kase hanya mengumpulkan 2.995 suara atau selisih sekitar 404 suara. Dengan demikian maka pasangan Tahun-Konay, diperkiarakan bakal memimpin TTS untuk lima tahun ke depan.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar