Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak terhadap perbaikan infrastruktur

id Labuan Bajo

Salah satu objek wisata andalan di Labuan Bajo, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur..

Kunjungan delegasi IMF-WB ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat memberikan dampak positif terhadap perbaikan infrstruktur pendukung pariwisata di ujung barat Pulau Flores itu.
Kupang (AntaraNews NTT) - Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat Sebastian Pandang mengatakan, kunjungan delegasi IMF-WB ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat memberikan dampak positif terhadap perbaikan infrstruktur pendukung pariwisata di ujung barat Pulau Flores itu.

"Dampak yang sudah tampak itu seperti perbaikan infrastruktur jalan, air bersih, lokasi kuliner, dan lainnya hingga pembenahan kebersihan di Labuan Bajo sendiri," katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin (22/10).

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan dampak kunjungan delegasi dana moneter internasional (IMF)-Bank Dunia (WB) ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat setelah menggelar pertemuan tahunan di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Menurut dia, pemerintah pusat hingga daerah sebelumnya telah melakukan pembenahan berbagai infrastruktur pendukung pariwisata menyambut kehadiran para delegasi dari berbagai negara itu.

Ia mengatakan perbaikan infrastuktur seperti ini sangat diharapkan pihaknya sebagai pelaku wisata di lapangan sehingga bisa memberikan layanan pemandu (guide) secara prima dan maksimal.

Dicontohkan, salah satunya seperti pembenahan lokasi kuliner di Kampung Ujung yang tampak sudah rapi dengan pembangunan lapak-lapak dilengkapi kursi dan meja, toilet, serta fasilitas pendukung lainnya.

Baca juga: Delegasi IMF-WB mulai berdatangan ke Labuan Bajo

Selain itu, keberadaan sampah-sampah di pesisir dermaga Kota Labuan Bajo yang selama ini pemandangannya penuh sampah juga sudah mulai dikendalikan.

"Dari sisi amenitas sudah mulai membaiklah untuk di Labuan Bajo, ini sebagai dampak dari kegiatan kunjungan para delegasi IMF-WB," katanya.

Sebastian mengatakan pihaknya belum mengetahui jumlah delegasi yang hingga saat ini berwisata ke Labuan Bajo maupun Taman Nasional Komodo karena langsung berurusan dengan operator tour yang ditentukan pemerintah.

Menurut dia, sampai sejauh ini belum tampak ada aktivitas kunjungan delegasi dalam jumlah ratusan hingga ribuan orang sesuai informasi yang diketahui sebelumnya.

"Mungkin ada satu, dua, delegasi yang saat ini sudah di Labuan Bajo, tapi yang datang dalam jumlah banyak sekaligus itu belum tampak di lapangan," katanya.

Namun, ia mengaku oprtimistis kunjungan tamu-tamu internasional ini akan berdampak besar bagi promosi pariwisata di Labuan Bajo maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan.

"Karena wisatawan ini adalah orang-orang penting dari berbagai penjuru dunia sehingga dampak promosinya tentu sangat besar ketika mereka menyampaikan kesan selama berkunjung ke Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK kepada orang-orangnya di negara mereka masing-masing.

Baca juga: Labuan Bajo siap menerima delegasi IMF-WB
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar