21 korban keracunan makanan di Dharmasraya diperbolehkan pulang

id Sutan Riska Tuanku Kerajaan,keracunan makanan,rsud sungai dareh,kabupaten dharmasraya

21 korban keracunan makanan di Dharmasraya diperbolehkan pulang

​​​​​​​Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan (dua kiri) membesuk salah satu korban diduga mengalami keracunan, di RSUD Sungai Dareh di Pulau Punjung, Sabtu (10/8).  (Antara Sumbar/Ilka Jensen)

Pulau Punjung, (ANTARA) - Sebanyak 21 korban diduga keracunan makanan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat sudah diperbolehkan pulang setelah melalui sejumlah perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh.

"Alhamdulillah kondisi korban terus membaik, data sampai pagi ini sebagian sudah boleh pulang dan menjalani rawat jalan," kata Kepala Tata Usaha RSUD Sungai Dareh, Norawiza di Pulau Punjung, Senin.

Baca juga: Sembilan korban keracunan makanan di Dharmasraya masih di UGD

Ia mengatakan total korban yang diduga mengalami keracunan berjumlah 62 orang. Dari 30 yang menjalani perawatan 21 orang sudah diizinkan pulang.

"Sembilan korban yang masih mendapatkan perawatan kondisinya juga terus membaik, berkemungkinan hari ini ada yang diizinkan pulang dokter," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian mengatakan pihakya masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan yang dialami puluhan ibu-ibu wirid yasin.

Uji labor yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar akan memakan waktu empat sampai lima hari ke depan, kata dia.

"Sampelnya sudah dikirim ke Labkesda Sumbar, di Padang. Kita kirim itu kuah lontong, nasi lontong, bakwan, dan muntahan korban," ungkap dia.

Pihaknya menilai makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tidak mengandung zat kimia berbahaya, dan lebih cenderung pada faktor higienis, kata dia.

"Jadi uji laboratorium di Padang yang diuji juga kandungan bakterinya," katanya.

Terpisah, Sekretaris Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Alfa Edison Nur Kecamatan Sitiung, mengatakan belum ada masyarakat yang ingin menempuh jalur hukum terkait peristiwa keracunan masal itu.

"Saya pribadi juga korban keracunan, tidak menempuh jalur hukum, begitu juga korban lainnya belum ada laporan sampai hari ini, kami hanya fokus pada penyembuhan agar tidak ada lagi korban," ungkap dia.

Sebelumnya puluhan ibu-ibu anggota wirid yasin diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap lontong sayur dalam acara wirid yasin di Jorong Koto Tuo Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dhharmasraya, pada Kamis (8/8).

Baca juga: Seorang warga Blitar meninggal diduga keracunan makanan
Baca juga: Satu warga meninggal, puluhan ibu-ibu dirawat akibat keracunan makanan

Baca juga: Setelah santap lemper 40 siswa dan orang tua keracunan makanan

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar