Kemendes PDTT gandeng "marketplace" pasarkan produk UMKM

id Kemendes PDTT gandeng shopee, dekranasda dan Kemendes PDTT, pemasaran digital

Kemendes PDTT gandeng

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo (Humas)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggandeng marketplace Shopee ntuk meningkatkan pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Selama ini kami jemput bola ke sejumlah kabupaten. Kami mengumpulkan UMKM yang mempunyai produk dan kami latih mereka supaya bisa jualan melalui e-commerce," kata Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Untuk mempercepat proses tersebut, Ditjen PDT bersama Shopee mengundang ibu-ibu binaan Dekranasda untuk mengikuti pelatihan, sehingga bisa memiliki bayangan konkret bagaimana memasarkan produk UMKM melalui internet. Di acara tersebut, mereka bisa berdiskusi dengan para penjual terbaik di Shopee.

"Kami undang ke sini karena Dekranasda bisa menjadi hub atau tempat membantu UMKM untuk bisa jualan secara daring," kata Samsul.

Baca juga: Produk unggulan desa lebih mudah dipasarkan dengan sistem elektronik

Baca juga: Kemendes-Pemkab Lombok Barat gelar Festival Pranata Adat


Ke depan, Samsul berharap, kantor Dekranasda di berbagai daerah berfungsi optimal dan lebih hidup, bisa menjadi pusat penjualan online, pusat pelatihan pemasaran secara online, dan tempat untuk memajang produk UMKM. Forum itu memberikan gambaran umum serta pengalaman langsung bagi para pengurus Dekranasda terkait bagaimana memasarkan produk lokal secara online.

"Setahu saya di setiap kabupaten mempunyai kantor Dekranasda. Cuma persoalannya adalah kadang buka, kadang tutup. Nah, bagaimana kalau fasilitas itu dioptimalkan, bagaimana kalau misalnya kantor Dekranasda dijadikan pusat pelatihan pemasaran secara daring produk UMKM di kabupaten," kata Samsul.

Menurutnya, cara lama bersifat teoritis berupa imbauan atau sekedar tulisan, kurang efektif mengedukasi pelaku UMKM.

"Makanya kami undang, kami ajak ikut pelatihan sehingga bisa tahu bayangan konkret bagaimana mendaringkan produk mereka," katanya.

Dengan cara jemput bola, diharapkan bisa mendongkrak penjualan produk UMKM di marketplace yang saat ini baru mencapai 25 persen.

"Saya yakin angka tersebut terus naik, asal proaktif melakukan penetrasi ke sejumlah daerah. Kami targetkan tahun depan mencapai 35 persen. Tapi pemerintah harus kerja sama, makanya kami gandeng Shopee, karena paham, termasuk dalam hal membimbing," kata dia lagi.*

Baca juga: Sekjen: Pengelolaan DAK baik, akselerasikan pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Mendes dorong desa kembangkan pariwisata dengan dana desa

 

Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar