Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 87 dusun di 27 desa di Kabupaten Temanggung mengalami krisis air bersih pada puncak musim kemarau tahun ini, kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi.

"Guna membantu masyarakat di daerah kekeringan tersebut mendapatkan air bersih, kami secara berkala menyuplai air bersih," kata Gito di Temanggung, Rabu.

Baca juga: Optimalisasi lahan rawa jaga produksi padi di musim kemarau panjang

Ia menyebutkan sejumlah desa tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kandangan, Kaloran, Kranggan, Kedu, dan Kledung.

Ia menuturkan dari sebanyak empat mobil tangki yang tersedia, setiap hari dapat mendistribusikan air bersih sebanyak 16 tangki atau masing-masing mobil tangki menyuplai empat kali.

Baca juga: 12 ribu santri Lamongan sholat minta hujan dan berakhirnya kemarau

Ia menyampaikan dari empat armada yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih tersebut, yakni 2 armada milik BPBD Temanggung, satu armada milik Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, dan satu armada dari PMI.

Menurut dia estimasi persediaan dana bantuan air bersih cukup hingga bulan Oktober 2019.

Baca juga: Kekeringan landa seluruh kecamatan di Timor Tengah Selatan

"Semula dari APBD murni dianggarkan bantuan penyaluran air bersih untuk 350 tangki, kini dana sudah ditambah melalui APBD perubahan sebanyak 400 tangki," katanya.

Selain itu, katanya selama ini juga ada bantuan air bersih dari komunitas maupun sejumlah perusahaan yang bekerja sama dengan BPBD.

Ia mengatakan daerah yang mengalami krisis air bersih merupakan daerah yang selama ini menjadi pelanggan setiap musim kemarau.

Ia menuturkan untuk mendapatkan bantuan air bersih tersebut perlu pengajuan dari masyarakat, yang ditujukan pada BPBD. Surat bisa melalui Camat atau langsung ke BPBD, setelah ada survei kemudian disetujui ada bantuan air bersih, langsung disampaikan.

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
Copyright © ANTARA 2019