OJK dorong peningkatan peran BUMDes untuk gerakkan perekonomian desa

id OJK Malang,Sugiarto Kasmuri

OJK dorong peningkatan peran BUMDes untuk gerakkan perekonomian desa

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri (kiri) saat mencicipi kopi yang disajikan di Cafe Jon n Rol, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pujon Lor, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). ANTARA/Vicki Febrianto

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Malang, Jawa Timur, tengah mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) untuk memberikan peranan lebih dalam upaya menggerakkan perekonomian desa.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan bahwa kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan yang dimotori oleh BUMDes, jika ditangani dengan serius, bisa meningkatkan perekonomian desa, yang pada akhirnya akan membawa manfaat kepada masyarakat sekitar.

"Kegiatan ekonomi di desa, jika dilakukan secara serius, dan didampingi dengan baik, bisa menjadikan aktivitas usaha yang mendorong perekonomian desa," ujar Sugiarto, di Desa Pujon Lor, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis.

Baca juga: OJK Malang diminta perhatikan tingginya angka kredit bermasalah

Sugiarto menjelaskan, salah satu sektor usaha yang dimiliki oleh BUMDes Pujon Lor adalah minimarket untuk penjualan bahan pokok, dan Cafe Jon n Rol bagi para pecinta kopi termasuk wisatawan yang datang berkunjung di wilayah tersebut.

Saat ini, lanjut Sugiarto, unit usaha dari BUMDes Pujon Lor memang baru pada dua sektor tersebut. Namun, dengan adanya potensi pariwisata yang tinggi dari Desa Pujon Kidul, diharapkan Pujon Lor bisa menangkap peluang yang ada.

"Di Pujon Lor, rencana ke depannya akan dijadikan hub untuk pariwisata, bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pujon Kidul," ujar Sugiarto.

Sebagai catatan, Pujon Lor dan Pujon Kidul merupakan dua desa yang bersebelahan. Desa Pujon Kidul, merupakan salah satu desa yang menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang, dengan pesona kafe sawahnya.

Pengembangan BUMDes di Pujon Kidul sudah dilakukan sejak 2016, dan termasuk salah satu wilayah yang berhasil dalam menggali potensi desa. Saat ini, Desa Wisata Pujon Kidul mampu meraup omzet mencapai Rp14 miliar per tahun.

"Saat ini (untuk mengembangkan hub pariwisata) tinggal masalah waktu saja, komitmen sudah ada," tutup Sugiarto.

Baca juga: Pujon Kidul, desa sadar teknologi informasi


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar