Pemerintah kucurkan Rp2,02 triliun untuk pengembangan Mandalika

id Mandalika,Menpar

Pemerintah kucurkan Rp2,02 triliun untuk pengembangan Mandalika

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kanan) didampingi Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan (kiri) menjelaskan progres pembangunan ''Street Circuit'' Mandalika kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga kiri) dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib (kedua kiri) saat kunjungan kerja Menteri Pariwisata di lokasi pembangunan sirkuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/ama

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp2,02 triliun pada 2020 untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat meninjau sirkuit MotoGP di Mandalika, NTB,  Kamis, menegaskan semua kebutuhan dasar KEK Mandalika, harus rampung pada 2020,  sehingga berbagai persiapan dan kebutuhan untuk menunjang kawasan, segera diusulkan kepada pemerintah pusat melalui berbagai kementerian yang sudah ditunjuk.

"Untuk tahun 2020, total alokasi dukungan anggaran untuk destinasi superprioritas Mandalika mencapai Rp2,02 triliun. Saya berharap dana ini segera dikawal oleh ITDC untuk melakukan berbagai program ke depannya," ujarnya.

Baca juga: Tiket MotoGP Mandalika mulai dijual November 2019

Arief menjelaskan Kementerian PUPR pada tahun 2020 mengalokasikan Rp1.747 miliar untuk perservasi jalan dari Bandara Internasional Lombok (BIL)-Kuta.

Selain itu, dana itu juga digunakan untuk pengembangan ruang terbuka publik dan promenade di pesisir pantai selatan, serta pengembangan wisata di kasawan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

"Dari PUPR, dana ini juga disiapkan untuk berbagai kegiatan seperti pembangunan rumah susun dan berbagai program lainnya. Sementara di Kementerian Pariwisata sendiri ada Rp118,25 miliar untuk fasilitas pengembangan destinasi wisata, fasilitas promosi, dan peningkatan kapasitas, serta potensi pariwisata," jelas Arief Yahya.

Selain itu juga ada anggaran di berbagai kementerian lainnya, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PDT, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dana tersebut, lanjutnya, harus bisa dimanfaatkan untuk mendukung keberadaan KEK Mandalika. Terlebih ke depan akan ada ajang MotoGP yang akan menjadi daya tarik wisatawan.

"Apapun kebutuhan dasar harus bisa diselesaikan pada tahun 2020, sehingga pada tahun 2021, MotoGP bisa berjalan. Termasuk bagaimana kita mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat setempat. Mereka harus kita berikan berbagai pelatihan juga," terangnya.

Sementara itu, Direktur ITDC Abdulbar M Mansoer menegaskan saat ini pihaknya terus membenahi Mandalika, terutama untuk lintasan Sirkuit MotoGP.

Ke depan, ia juga akan terus mengawal berbagai program pemerintah dalam mendukung kawasan itu.

"Pada tahun 2021, sebanyak 1.000 kamar hotel sudah bisa ditempati, mulai dari Pullman, Royal Tulip, dani hotel lainnya. Termasuk berbagai persiapan menyambut event MotoGP sudah mulai kita laksanakan, termasuk mitigasi bencana juga kita lakukan. Ke depan kita berharap berbagai pembangunan bisa berjalan dengan baik," harapnya.

Ia mengatakan progres pembangunan yang ada saat ini sudah sangat baik. Terlebih dengan adanya dukungan dari pemerintah, maka ke depan berbagai pembangunan ini diharapkan bisa berjalan dengan lancar.

"Mulai dari optimalisasi UMKM, penyusunan pedoman dan lain sebagainya sudah kita lakukan, dan juga akan ada penghijauan di perbukitan, dengan melakukan tanam bunga, biar menjadi Pink Mandalika," katanya.

Baca juga: PUPR siapkan Program Bedah Rumah di Mandalika
Baca juga: ITDC targetkan PLTB beroperasi sebelum Moto GP 2021 Mandalika

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar