BPBD Sumsel terjunkan lima helikopter pembom air

id karhutla,kebakaran lahan,gambut,bpbd

BPBD Sumsel terjunkan lima helikopter pembom air

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water bombing). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc)

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah menerjunkan lima unit helikopter pembom air (waterbombing), Jumat, untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Selatan Ansori di Palembang mengatakan selain itu terdapat juga 2 unit helikopter patroli udara dan satu pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“Upaya pemadaman terus digencarkan melalui udara dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada dengan harapan dapat mengurangi kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” kata dia.

Lima unit helikopter waterboombing yang dioperasikan itu, RDPL 250, RA 22747, RA 22583, RDPL 34230 dan VN 8426.

Ia mengatakan selain pesawat dan helikopter operasional itu, terdapat juga tiga unit helikopter yang disiagakan di Lapangan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang.

“Tiga heli ini dalam status maintenance atau pemeliharaan rutin,” kata dia.

Baca juga: Asap kiriman, kualitas udara di Palembang kembali berbahaya

Sementara ini pemadaman difokuskan di Kabupaten Ogan Komering Ilir karena titik panas terbanyak berada di daerah tersebut, dan selain itu lokasi kabupaten ini berdekatan dengan Ogan Ilir dan Kota Palembang.

"Kebakaran di OKI menjadi prioritas kami. Ini tidak mudah karena daerah ini mayoritas merupakan lahan gambut, dan sulitnya akses mencapai lokasi terbakar,” kata dia.

Dalam sepekan terakhir, Kota Palembang diselimuti kabut asap karena tidak adanya hujan yang mengguyur seperti sebelumnya.

Pada Jumat, berdasarkan data Satelit LAPAN terpantau titik api (hotspot) mencapai 417 yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Baca juga: Selama musim asap, 476 penerbangan di Palembang tertunda
Baca juga: Jarak pandang di Bandara SMB II Palembang tersisa 50 meter


 

Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar