Polisi Belanda tahan 130 pengunjukrasa kelompok Extinction Rebellion

id Polisi Belanda,Extitinction Rebellion,unjukrasa iklim

Polisi Belanda tahan 130 pengunjukrasa  kelompok Extinction Rebellion

Seorang pengunjuk rasa dengan mulut diplester terfoto di luar kantor pusat BBC saat demonstrasi 'Extinction Rebellion' (pemberontakan kepunahan) di London, Inggris, Jumat (11/10/2019). ANTARA/REUTERS/Peter Nicholls/aa.

Amsterdam (ANTARA) - Polisi Belanda pada Sabtu mengatakan telah menahan 130 pengunjuk rasa dari kelompok lingkungan, Extinction Rebellion, yang memblokir sejumlah tempat di pusat kota Amsterdam untuk menarik perhatian pada perubahan iklim.

Kelompok itu, yang ingin pemerintah mengambil tindakan segera untuk mencegah kehancuran terburuk yang digambarkan oleh para ilmuwan yang mempelajari iklim, terlibat dalam dua minggu pembangkangan sipil di kota-kota di seluruh dunia.

Di Amsterdam, para demonstran membawa perahu yang dihiasi slogan perubahan iklim ke jembatan "Blauwbrug" yang terkenal di depan Balai Kota.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memutuskan untuk melakukan penangkapan karena demonstrasi belum disetujui dan para aktivis memblokir lalu lintas.

Jumlah total penangkapan di Belanda telah melampaui 200 pada minggu ini.

Protes kelompok Extinction Rebellion ditujukan untuk memaksa pemerintah agar mengurangi emisi karbon dan mencegah krisis iklim yang disebut akan menyebabkan kelaparan dan keruntuhan sosial.

Sumber: Reuters

Baca juga: Massa perubahan iklim kepung kantor pusat BBC di London
Baca juga: Kepolisian Inggris janji cegah "Extinction Rebellion" ulangi kekacauan
Baca juga: Kepolisian Inggris tangkap 113 aktivis lingkungan

Pewarta : Maria D Andriana
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar