Perantau Minang diimbau tetap di Wamena jika keamanan dijamin

id korban kerusuhan wamena,perantau minang,dpd ri,pengungsi wamena papua

Perantau Minang diimbau tetap di Wamena jika keamanan dijamin

Senator dari Sumatera Barat (DPD RI) Leonardi Harmainy. (ANTARA / Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Senator dari Sumatera Barat Leonardi Harmainy mengimbau perantau Minang yang masih bertahan di Wamena  tetap melanjutkan usahanya, jika mendapatkan jaminan keamanan.

"Pastikan dulu soal keamanan. Kalau sudah kondusif sebaiknya tetap menjalankan usaha di Wamena," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah  (DPD) RI periode 2019-2024 itu di Padang, Minggu.

Ia mengatakan itu usai menyerahkan bantuan Rp850 juta untuk perantau Sumatera Barat yang menjadi korban di Wamena, Jayawijaya kepada Gubernur Irwan Prayitno.

Leonardi menilai pemerintah pusat sudah merespon dengan baik persoalan di Wamena. Bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri telah memberi jaminan keamanan kepada masyarakat, termasuk para pengungsi.

Baca juga: DPD RI bantu perantau Sumbar korban Wamena Rp850 juta

Bahkan ada wacana untuk membantu pembangunan kembali fasilitas yang rusak diamuk massa. Tidak saja kantor pemerintahan dan fasilitas umum, tetapi juga rumah dan toko-toko, kata mantan Ketua DPRD Sumatra Barat itu.

Perantau Minang yang telah memiliki aset di sana, tetapi sekarang hancur dan rusak berat karena kerusuhan diharapkan juga mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

"Kami juga akan ikut memantau itu," ujarnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno membenarkan adanya informasi tentang upaya pembangunan kembali sarana yang rusak pascarusuh di Wamena.

Karena itu ia mengatakan, bantuan yang masih tersisa di rekening Sumbar Peduli Sesama akan digunakan untuk santunan berupa bantuan modal usaha bagi perantau yang tetap berada di Wamena.

Bantuan itu diharapkan bisa membangun kembali usaha mereka yang hancur pascarusuh, kata dia. *

Baca juga: Pemerintah bangun 100 rumah untuk korban kerusuhan Wamena
 

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar