BBMKG Jayapura imbau warga jaga kesehatan pada musim pancaroba

id BBMKG, panca roba, kesehatan

BBMKG Jayapura imbau warga jaga kesehatan pada musim pancaroba

BBMKG Jayapura imbau warga jaga kesehatan pada musim pancaroba. ANTARA/HO/Dokumen BBMKG

Jayapura (ANTARA) - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Provinsi Papua mengimbau warga menjaga kesehatan pada musim pancaroba sepanjang November 2019.

"Kami mengimbau kepada warga menjaga kesehatan pada musim pancaroba. Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan," kata Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili di Jayapura, Sabtu.

Petrus mengatakan, pihaknya juga meminta warga menyediakan barang-barang saat memasuki musim hujan seperti payung dan mantel. Prakiraan curah hujan diprakirakan antara bawah normal hingga atas normal, terjadi sepanjang November ini.

"Curah hujan 500 milimeter diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Nduga. Curah hujan diprakirakan rendah, menengah, tinggi dan sangat tinggi," ujarnya.

Baca juga: BNPB: Hampir seluruh wilayah Indonesia masuki musim pancaroba
Baca juga: Waspadai penularan DBD pada anak selama masa pancaroba

Petrus menjelaskan, musim hujan dan musim kemarau erat kaitannya dengan angin monsun baratan dan angin monsun timuran.

Saat monsun timuran dikenal dengan musim kemarau dan sebaliknya saat musim hujan tiba ditandai dengan arah angin yang bertiup dominan dari arah Barat.

"Angin baratan umumnya berlangsung dari bulan Oktober hingga Maret setiap tahunnya sehingga musim hujan umumnya terjadi pada bulan-bulan tersebut, namun awal masuknya musim hujan di tiap wilayah pun berbeda," ujarnya.

Pada periode musim angin baratan juga, peluang terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi umumnya juga lebih besar karena pada musim angin baratan, massa udara yang berasal dari Asia dan sifatnya basah memungkinkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan terutama awan Cumulonimbus yang dapat menyembabkan hujan lebat dan angin kencang juga cukup besar.

Pada periode musim hujan juga, kata dia, peluang terjadinya gangguan-gangguan tropis di wilayah perairan cukup besar dan hal ini juga dapat berdampak pada terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi baik di wilayah Perairan Utara maupun selatan Papua.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati beraktivitas selama musim penghujan terutama saat puncak musim penghujan tiba, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor," ujarnya.

Ia menambahkan, demikian juga bagi nelayan yang akan melakukan aktivitas di wilayah perairan. "Kami himbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca yang dirilis oleh BMKG," tambah dia.

Baca juga: Kemenkes imbau masyarakat waspadai penyakit saat peralihan musim
Baca juga: Jelang pancaroba, BNPB imbau warga bersihkan saluran air


Pewarta : Musa Abubar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar