Padang umrahkan tiga keluarga pemenang Program 18-21

id program 18-21, pendidikan keluarga,Padang

Padang umrahkan tiga keluarga pemenang Program 18-21

Wali Kota Padang Mahyeldi menyerahkan hadiah umrah secara simbolis kepada pemenang Program 18-21. (ANTARA/Humas)

Padang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang memberangkatkan umrah tiga keluarga yang terpilih sebagai pemenang program ketahanan keluarga 18-21 yang digulirkan pemerintah kota untuk meningkatkan ketahanan keluarga di Padang.

"Alhamdulillah pelaksanaan Program 18-21 sejak awal bergulir terus berjalan dengan baik dan meningkat di tengah masyarakat,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Kamis.

Program 18-21 merupakan gagasan Wali Kota Padang Mahyeldi, yaitu setiap keluarga di Padang pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB melakukan aktivitas bersama dalam meningkatkan komunikasi,

Dalam rangka memotivasi masyarakat untuk melaksanakan Program 18-21 dan memperkuat pendidikan serta peran keluarga diadakan kompetisi keluarga terbaik yang diadakan berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.

Menurut Mahyeldi, tiga keluarga pemenang diberikan hadiah berangkat ibadah umrah untuk empat orang terdiri atas ayah, ibu dan dua anak dengan nominal hadiah per orang Rp30 juta

Tiga keluarga yang terpilih yaitu juara I dengan nama kepala keluarga Wandrizal dari Gunuang Sariak Kuranji, juara II Junardi dari Andalas Padang Timur dan juara III Arman dari Purus Padang Barat yang rencananya akan berangkat ke Tanah Suci pada 14 Desember 2019.

Sementara keluarga yang memperoleh rangking empat hingga 11 mendapatkan hadiah uang tunai Rp3 juta per keluarga.

Baca juga: Kemendikbud pendidikan keluarga relevan dengan perkembangan zaman

Baca juga: Mendikbud: PAUD-pendidikan keluarga penting bagi pengembangan anak

Baca juga: Kalbar terpilih sebagai uji coba materi pendidikan kependudukan


Pemerintah Kota Padang telah meluncurkan Program 18-21 sejak 2017 dalam rangka meningkatkan penguatan peran keluarga dalam pendidikan anak.

"18-21 artinya pada pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB orangtua membangun komunikasi dengan anak," kata Mahyeldi.

Ia menjelaskan selama tiga jam dalam sehari, yakni pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB tersebut, orang tua melakukan komunikasi dengan anak sehingga terjalin kedekatan.

Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain mendorong anak untuk belajar, mematikan televisi, shalat Maghrib dan mengaji bersama anak dan lain sebagainya yang dapat membina hubungan kedekatan antara anak dan orang tua.

"Dengan demikian akan mencegah anak terjerumus kepada perbuatan yang tidak diinginkan seperti tawuran, geng motor dan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, keluarga merupakan basis utama untuk kuatnya suatu negara. Permasalahan yang terjadi selama ini seperti tawuran, geng motor, pemakaian obat-obatan terlarang merupakan akibat dari tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak serta tidak solid dan tidak harmonisnya keluarga.

Mahyeldi berharap dengan adanya program tersebut, anak-anak di Padang dapat menjadi orang yang dibesarkan dengan kasih sayang dan penuh perhatian serta kebersamaan dari orang tua.

Mereka akan menjadi generasi yang berkualitas karena akan menghadapi bonus demografi, ujarnya

Sejalan dengan itu saat ini Pemkot Padang juga tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Keluarga.

“Pemkot Padang serius dan sungguh-sungguh untuk mengokohkan keluarga karena hal itu merupakan upaya terpenting dalam penguatan NKRI," kata dia.*

Baca juga: Para orang tua di Bukik Ase nonton bareng film bertema keluarga

Baca juga: Istri Mendikbud: Pendidikan keluarga yang paling utama

Baca juga: Kemdikbud kembangkan bahan ajar pendidikan orangtua

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar