Kapolda Papua bantah laporan Veronica Koman terkait tahanan politik

id paulus waterpauw,veronica koman,tahanan politik,kerusuhan papua

Kapolda Papua bantah laporan Veronica Koman terkait tahanan politik

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (tengah). ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/am.

Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Papua membantah laporan Veronica Koman pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) terkait data 57 tahanan politik serta 243 korban sipil yang disebut tewas di Nduga sejak Desember 2018.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura, Jumat, mengatakan pernyataan Veronika yang kini berstatus tersangka oleh Polri tersebut, tidak benar bahkan memutarbalikkan fakta yang ada, sebaliknya, 57 tahanan itu mendekam di penjara karena melakukan tindak pidana (kriminal).

Baca juga: Tokoh Pepera: Jokowi punya komitmen yang kuat bangun Papua

Baca juga: Klarifikasi Mahfud soal dokumen Veronica Koman "sampah"

"Saya tegas katakan pernyataan seorang saudara Veronica Koman ada 57 tahanan politik, saya katakan tidak benar," katanya.

Menurut Kapolda, pihaknya menangani secara profesional lewat penegakan hukum positif sehingga jika ada apa-apa di Papua jangan langsung dikaitkan dengan politik.

"Jangan dari (Australia) sana dapat data simpang siur lalu buang ke publik (di Indonesia bahkan dunia) kami di sini aparat yang ditugaskan negara secara sah dan sebagai perpanjangan tangan negara," ujarnya.

Baca juga: Papua terkini- Pangdam: Pemerintah fokus pulihkan situasi di Wamena

Baca juga: Polda Jatim terbitkan DPO untuk Veronica Koman


Dia menjelaskan pihaknya juga menantang Veronica Koman untuk beradu data dengan pihak kepolisian di Papua, sebab sangat tak logis bila yang bersangkutan menyampaikan sesuatu tentang Papua, namun tidak berada di lapangan.

"Jika ingin jujur, kasus kerusuhan hingga berujung penangkapan terhadap 57 tahanan tersebut dikarenakan kerusuhan yang terjadi di Papua akibat imbas kasus rasisme di Jawa Timur," katanya lagi.

Baca juga: Tersangka kasus kerusuhan Wamena bertambah menjadi 19 orang, dua DPO

Dia menambahkan isu ini dimainkan oleh kelompok kriminal bersenjata dengan menciptakan kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda yang luar biasa.

Sebelumnya, Veronica Koman dan sekelompok aktivis mengklaim telah menyerahkan data berisi 57 tahanan politik serta 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018 kepada Presiden Jokowi.

Baca juga: Polisi tangkap kepala kampung diduga pelaku kerusuhan Wamena

Baca juga: Yayasan sosial WVI bantu trauma healing anak-anak Wamena

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar