Batam tegaskan PMI harus langsung kembali ke daerahnya

id pmi, pekerja migran indonesia, tki,malaysia lockdown,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Batam tegaskan PMI harus langsung kembali ke daerahnya

Sejumlah PMI dari Malaysia yang baru tiba di Batam memasuki bus. TNI berencana memulangkan PMI yang tengah singgah di Batam ke daerah asalnya menggunakan KRI. ANTARA/Evy Ratnawati/am.

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menegaskan seluruh pekerja migran Indonesia yang kembali dari Malaysia melalui daerah setempat harus langsung kembali ke daerahnya masing-masing.

"Kebijakan Pak Wali, tegas bahwa seluruh PMI yang berasal dari Malaysia, harus pulang ke kampung masing-masing," kata Sekretaris Daerah Kota Batam Jefriden di Batam, Selasa.

Pemerintah Kota Batam mencatat sekitar 72.000 PMI masuk ke Batam sejak beberapa awal Pandemi COVID-19, sebagian di antaranya telah kembali ke daerah masing-masing.

Baca juga: Ruang isolasi COVID-19 Asrama Haji Pondok Gede siap digunakan

Pemerintah Kota Batam tidak ingin ada penumpukan PMI di Kota Batam pada masa pandemi COVID sehingga meminta mereka untuk segera kembali ke daerah asalnya.

Sekda menjelaskan, saat memasuki Batam, seluruh PMI akan diperiksa kesehatannya oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan.

PMI yang memiliki dana untuk pulang ke daerah masing-masing dipersilahkan membeli tiket sendiri.

"Bagi yang punya tiket langsung diarahkan ke bandara dan pelabuhan laut. Bagi yang transit akan diawasi," kata dia.

Baca juga: Dompet Dhuafa bagikan masker dan hand sanitizer pada pengemudi ojol

PMI yang transit menunggu jadwal keberangkatan pesawat atau kapal laut diminta menginap di hotel sesuai rekomendasi pemerintah. Namun, apabila tidak memiliki biaya, disiapkan ruangan di Asrama Haji Batam.

Dan apabila PMI tidak memiliki dana untuk membeli tiket pesawat dan kapal laut ke daerah masing-masing, maka diperbolehkan menumpang KRI, yang juga sudah disiapkan TNI.

KRI Semarang telah siaga di Batam untuk mengantar PMI yang ingin kembali ke Pulau Jawa. TNI menunggu jumlah PMI hingga minimal 300 orang baru bisa berlayar ke Pulau Jawa.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan warga Batam terkait kebijakan "social distancing" yang diterapkan pemerintah setempat, agar tetap menjaga jarak terhadap PMI yang datang.

Baca juga: Program Padat Karya Tunai telah berjalan di berbagai kementerian
Baca juga: UI siapkan ventilator transport lokal rendah biaya
Baca juga: Relawan COVID-19 terbanyak dari DKI Jakarta dan Jawa Barat

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar