Kapolda Sumut sebut 800 kendaraan pemudik harus putar balik

id berita sumut, kapolda sumut pemudik,berita medan terkini,kapolda sumut 800 kendaaraan pemudik putar balik ke wilayahnya,larangan mudik,jangan mudik,la

Kapolda Sumut sebut 800 kendaraan pemudik harus putar balik

Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin. (ANTARA/Munawar)

Medan (ANTARA) - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin mengatakan hingga saat ini 800 kendaraan pemudik yang harus putar balik ke wilayahnya masing-masing.

"Tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlahnya, dan tergantung kedisiplinan masyarakat," ujar Martuani, saat melakukan pengecekan Pos Pengamanan Ops Ketupat Toba 2020 Polrestabes Medan yang berlokasi di Jalan Cemara Medan, Jumat.

Ia menyebutkan, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam melaksanakan pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah wabah COVID-19, dan sekaligus mengantisipasi pemudik.
Baca juga: Penularan COVID-19 terjadi bersamaan dengan pergerakan manusia

Para personel yang bertugas di Pos Check Point dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), masker, dan semprotan disinfektan untuk melancarkan pelaksanaan pemeriksaan masyarakat yang dibantu oleh personel TNI, pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan untuk memastikan wilayah Sumut aman dari penyebaran Virus Corona.

"Polda Sumut juga sudah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut untuk mengimbau masyarakat tidak berkumpul dan melaksanakan takbir keliling, melainkan hanya takbir di masjid," ujarnya pula.

Martuani mengingatkan warga untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah demi kebaikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Selain itu, hindari keramaian dan jangan ke luar rumah jika tidak dalam hal yang mendesak.

"Kalau ke luar rumah tetap gunakan masker dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari wabah COVID-19," kata mantan Asisten Operasi (Asops) Kapolri itu pula.
Baca juga: Mewaspadai COVID-19 usai Lebaran

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar