Pertamina perluas akses penyaluran BBM di pelosok Nusantara

id Pertamina

Pertamina perluas akses penyaluran BBM di pelosok Nusantara

Dokumentasi - Sejumlah pekerja memindahkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari mobil tangki ke dalam drum berkapasitas 300 liter untuk didistribusikan ke Pulau Saparua menggunakan kapal panjang (longboat) di Pelabuhan Bongkar Muat Dermaga Tulehu, Maluku Tengah, Maluku. Pertamina mendistribusikan BBM di wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal). ANTARA FOTO/Humas Pertamina/Priyo Widiyanto/wsj/ama/17. (ANTARA FOTO/Priyo Widiyanto)

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memperluas jangkauan penyaluran layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga ke pelosok nusantara.

Selain penambahan lembaga penyalur baik SPBU maupun SPBN (untuk nelayan), pada tahun 2019 Pertamina juga mampu menyelesaikan pembangunan 48 Pertashop serta konsisten menyalurkan BBM di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di seluruh Indonesia, melalui pembangunan 161 titik BBM 1 Harga.

BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina tersebar mulai dari wilayah 3T di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali berdasarkan data yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Walaupun penyaluran BBM di wilayah 3T penuh tantangan karena kondisi geografis yang sulit, namun ini merupakan bentuk pelayanan Pertamina agar masyarakat mendapatkan BBM dengan kualitas pasti dan harga resmi.

Dengan bertambahnya jaringan di seluruh wilayah tersebut menyebabkan meningkatnya volume penjualan BBM Pertamina dari 49,62 juta kiloliter (KL) menjadi 51,31 juta KL. Selain itu tercatat sepanjang 2019, penjualan LPG ekuivalen 13,75 juta KL, Petrokimia 3,15 juta KL, BBM untuk Aviasi 5,82 juta KL dan BBM untuk Industri 13,96 juta KL.

"Dari penjualan seluruh produk Pertamina seperti BBM ritel, industri, dan aviasi serta LPG dan Petrokimia, secara total konsolidasi mencapai ekuivalen 87,98 Juta KL di 2019," ujar Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina.

Baca juga: Pertamina tegaskan masih sediakan BBM premium dan pertalite
Baca juga: Konsumsi BBM beranjak naik 25 persen saat transisi menuju normal baru


Pertamina juga menjaga ketahanan stok selama 2019 yakni Premium tercatat rata-rata 20 hari, Solar 22 hari, Avtur 32 hari, bahan bakar khusus (BBK) 10 hari, dan LPG 16 hari.

“Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan BBM di masyarakat, Pertamina terus memperkuat ketahanan pasokan,”ungkapnya. Untuk itu, Pertamina membangun penambahan 21 lokasi storage TBBM, 8 Lokasi storage LPG, 7 lokasi storage Avtur dan 2 Kapal General Purpose untuk memastikan kehandalan supply dan distribusi BBM di seluruh Indonesia.

Untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat, Pertamina juga mencatat capaian positif dalam program digitalisasi SPBU. Sampai akhir tahun 2019, sebanyak 2.601 SPBU di Indonesia telah menerapakan digitalisasi dan ditargetkan seluruhnya atau 5.518 SPBU rampung pada tahun 2020.

“Capaian yang cukup menggembirakan terkait layanan digital juga terlihat dengan adanya 1,4 juta pengunduh baru MyPertamina sebagai digital channel Pertamina,”ujarnya Fajriyah.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pertamina tetap mampu mencatat laba bersih di 2019 sebesar USD 2,53 miliar atau setara Rp 35,8 Triliun. Pertamina pun mampu memberikan setoran dividen tunai sebesar Rp8,5 Triliun.

"Total kontribusi Pertamina ke Negara sepanjang 2019 mencapai Rp181,5 triliun yang terdiri dari Dividen, Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan hulu migas dan geothermal serta Signature Bonus," kata Fajriyah.
Baca juga: Pertamina pastikan pasokan elpiji dan BBM cukup jelang kenormalan baru

 

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar