Legislator dukung penggunaan BBM ramah lingkungan

id bbm,bbm ramah lingkungan,bbm ron tinggi,covid-19,emisi gas rumah kaca

Legislator dukung penggunaan BBM ramah lingkungan

Karyawan melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pengendara motor dengan menjaga jarak fisik (physical distancing) di area SPBU Imam Bonjol, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (24/6/2020). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan setuju dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON tinggi yang ramah lingkungan, karena berdampak besar mengurangi emisi gas rumah kaca yang berpengaruh positif terhadap kesehatan masyarakat.

"Tentu saja saya mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan. Dan sekarang sebenarnya momen yang tepat bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan dan tata kelola layanan transportasi, termasuk penggunaan BBM," kata Netty di Jakarta, Minggu.

Terkait hal itu, lanjutnya, DPR akan terus mendorong kebijakan Pemerintah dalam penyediaan transportasi publik yang ramah lingkungan dan memperhatikan protokol kesehatan, termasuk penggunaan BBM RON tinggi.

Baca juga: BBM ramah lingkungan tingkatkan kualitas kesehatan, sebut pakar

Selain itu, menurut Netty, kesadaran masyarakat untuk membangun perilaku yang mendukung kesehatan lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam masa normal baru saat ini salah satunya yakni penggunaan BBM berkualitas.

"Udara bersih termasuk salah satu komponen yang menentukan kesehatan masyarakat. Makanya saya sangat sepakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan," katanya.

Senada dengan itu Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry juga mendukung energi bersih dan ramah lingkungan di Bali karena akan berdampak positif terhadap perkembangan wisata di Pulau Dewata.

"Wisata ini rata-rata kelas menengah ke atas yang peduli terhadap kesehatan. Energi ramah lingkungan akan membuat udara lebih bersih dan sehat. Jika diterapkan di Bali, akan menjadi ajang promosi yang yang untuk menunjang pariwisata," katanya.

Baca juga: Kendaraan keluaran terbaru hanya konsumsi BBM RON tinggi

Menurut dia, penggunaan energi ramah lingkungan ini juga mendesak, terlebih di tengah pandemi COVID-19.

"Makanya, energi ramah lingkungan ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk Pemda Bali. Apalagi, semakin tinggi tingkat kemakmuran, maka semakin peduli seseorang dengan kesehatan," katanya.

Terkait hal itu Sugawa berharap pembahasan peraturan daerah mengenai energi ramah lingkungan, termasuk listrik dan BBM berkualitas segera diselesaikan.

"Tak kalah penting, juga harus dipersiapkan infrastruktur yang mendukung energi ramah lingkungan tersebut. Semua perlu proses. Tapi harus segera diselesaikan," ujar Sugawa

Pewarta : Subagyo
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar