Wali Kota Bogor optimistis Rektor IPB bisa segera sembuh

id Kasus positif COVID-19,IPB University,Bima Arya positif COVID-19

Wali Kota Bogor optimistis Rektor IPB bisa segera sembuh

Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria, MSc (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan optimistis Rektor IPB University Arif Satria segera sembuh dari COVID-19 karena rajin berolahraga dan selalu ceria.

"Sampa tadi malam, saya masih 'chat' dengan Rektor IPB, kondisinya biasa-biasa aja," kata dia di Kota Bogor, Sabtu, ketika diminta tanggapan mengenai kabar Rektor IPB Arif Satria terkonfirmasi positif COVID-19 tetapi tanpa gejala.

Berdasarkan informasi bahwa Rektor IPB terkonfirmasi positif COVID-19, kata dia, Dinas Kesehatan Kota Bogor sedang melakukan koordinasi di IPB untuk mencari tahu aktivitas rektor pada beberapa hari sebelumnya.

"Koordinasi ini untuk menelusuri kontak eratnya," katanya.

Koordinasi tersebut, kata Bima, untuk memastikan bahwa Rektor IPB tercatat pada KTP-nya berdomisili di Kota Bogor atau Kabupaten Bogor.

"Kalau secara fisik Rektor IPB tinggal di Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor," katanya.

Bima mengatakan dalam beberapa hati terakhir, Rektor IPB menjalankan tugas secara daring.

"Saya mendapat informasi, tadi pagi Rektor IPB masih bekerja secara daring. Pak Rektor masih bisa bercanda," katanya.

Baca juga: Tanpa gejala, Rektor IPB University Prof Arif Satria positif COVID-19

Sebelumnya, Rektor IPB Arif Satria menyampaikan pernyataan tertulis, Sabtu, yang mengabarkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif COVID-19.

Pernyataannya itu, "Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan tes swab pada 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif".

Ia juga menyatakan konfisi fisiknya saat ini sebagai baik.

"Meskipun demikian, alhamdulillah saat ini saya merasa dalam kondisi fisik yang baik untuk tetap dapat beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab saya selaku rektor melalui koordinasi secara virtual. Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh," katanya.

Ia juga menyatakan tentang perpanjangan dan pengetatan masa pembatasan masuk kampus.

"Mempertimbangkan hal tersebut, saya memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, selama 14 hari sejak Sabtu hari ini," katanya.

Arif Satria juga memohon dukungan doa dari semua pihak agar segera pulih.

"Semoga Allah memberikan karunia kesehatan. Saya juga mendoakan agar kita semua selalu dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi, dan saling menginspirasi," katanya.

Baca juga: Positif COVID-19, Rektor IPB sempat beri sambutan pertemuan alumnus
 

Pewarta : Riza Harahap
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar