IDI sebut 3M harus tetap diterapkan meski ada vaksin COVID-19

id IDI ,COVID-19,Wuhan,3M,Corona Lampung

IDI sebut 3M harus tetap diterapkan meski ada vaksin COVID-19

Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Aditya M Biomed, Jumat. (30/10/2020). ANTARA/Dian Hadiyatna.

Bandarlampung (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung menyebutkan bahwa masyarakat tetap harus memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) meskipun nanti vaksin corona sudah ada.

"Ini yang wajib dilakukan juga oleh masyarakat setelah divaksin harus menjaga protokol kesehatan sebab vaksin bukanlah obat COVID-19," kata Ketua IDI Cabang Bandarlampung dr Aditya M Biomed, Jumat.

Menurutnya, hal ini harus diluruskan oleh pemerintah kepada masyarakat sehingga tidak menjadi pengharapan berlebih terhadap vaksin itu dan membuat semua orang abai akan protokol kesehatan.

"Saya sebenarnya secara pribadi maupun organisasi tidak antipati, tapi jangan juga berlebihan. Saya lihat, menurut beberapa teman-teman juga, masyarakat harapannya berlebihan terkait adanya vaksin ini," kata dia.

Baca juga: MPR: Pemerintah harus gencar sosialisasikan urgensi vaksin COVID-19

Ia mengatakan bahwa saat ini banyak masyarakat menganggap dengan adanya vaksin yang akan keluar nanti, semuanya beres. Padahal tidak begitu sebab dari berbagai pengalaman yang sudah-sudah, hanya vaksin campak yang berhasil.

Sedangkan vaksin-vaksin untuk penyakit TBC, hepatitis maupun influenza belum bisa dikatakan berhasil sebab penyakitnya pun masih ada meski telah dilakukan riset bertahun-tahun.

"Jadi artinya apa, vaksin ini kan baru, belum ada garansinya dan belum diketahui memberi kekebalan berapa persen ke tubuh kita maka 3M memang harus tetap dilakukan," kata dia.

Baca juga: BPOM: Izin guna darurat vaksin COVID-19 tak kesampingkan keamanan-mutu

Namun, lanjut dia, semua elemen juga tetap harus menghargai pemerintah karena vaksin tersebut merupakan usaha dari mereka guna keluar dari pandemi COVID-19.

"Kita tetap harus menghargai usaha pemerintah karena semua negara juga mengandalkan vaksin itu tapi sekali lagi masyarakat juga jangan salah kaprah bila COVID-19 hilang dengan vaksinasi," kata dia.

Baca juga: WHO siapkan skema asuransi vaksin untuk negara miskin
Baca juga: Pemerintah masih tunggu hasil uji klinis tahap 3 vaksin COVID-19

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar