Kepri nyatakan kerisauan pasien COVID-19 terus bertambah

id Pemprov Kepri risau,pasien COVID 19 terus bertambah,corona,positif

Kepri nyatakan kerisauan pasien COVID-19 terus bertambah

Aktivitas di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Provinsi Kepri. (FOTO ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan risau karena jumlah warga daerah itu yang tertular positif COVID-19 terus bertambah dalam dua pekan terakhir.

Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, pasien COVID-19 bertambah 35 orang, yakni dari Batam 20 orang dan Tanjungpinang 15 orang.

Total jumlah pasien COVID-19 di Kepri sebanyak 3.711 orang, sementara yang sembuh sebanyak 2698 orang, dan yang meninggal dunia 94 orang. Jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri 919 orang.

"Kita akan semakin kewalahan menghadapi ini jika jumlah pasien terus bertambah," ujarnya.

Arif mengemukakan jumlah pasien COVID-19 bertambah seiring dengan ketidakpatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Sikap tegas pemerintah kabupaten dan kota, kata dia, dibutuhkan untuk mengingatkan kembali masyarakat agar menaati protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Pihaknya kemudian mengarahkan kepada seluruh penjabat sementara bupati dan wali kota di Kepri mengenai kondisi kasus COVID-19 terus bertambah.

Arahan itu seperti pemerintah kabupaten dan kota harus menyosialisasikan dan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan melalui razia menggunakan masker, serta menyediakan sarana air bersih dan sabun di fasilitas umum.

"Sosialisasi masker dengan memanfaatkan masjid, mobil penyuluhan keliling. Ini belum dilakukan sampai hari ini," kata  Said Arif Fadillah .

Secara khusus, ia meminta Pjs Bupati Bintan, Pjs Bupati Karimun, Pjs Wali Kota Batam dan Wali Kota Tanjungpinang untuk memberikan tugas pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan penanganan COVID-19, seperti instansi yang bertanggung jawab terhadap pasar, dan razia di jalan raya.

Disperindag mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di kedai kopi, rumah makan dan restoran. Camat dan lurah juga harus diberi tanggung jawab yang tegas dalam memutus rantai penularan di wilayah kerjanya.

"Tentu ini semua harus dilaksanakan dengan melibatkan pihak lainnya, seperti kepolisian, Kemenag dan masyarakat," demikian Said Arif Fadillah .

Baca juga: Tambah tiga orang, kasus aktif COVID-19 Tanjungpinang naik 18 kasus

Baca juga: Kepala BKSDM Kepri terkonfirmasi COVID-19

Baca juga: Bertambah 25 orang, klaster ponpes di Bintan-Kepri naik jadi 81 kasus

Baca juga: Tambah 119, positif COVID-19 di Batam-Kepri naik 1.357 kasus

Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar