Mensos lakukan pemetaan calon penerima bansos

id Mojokerto, Mensos, Tri Rismaharini,aa

Mensos lakukan pemetaan calon penerima bansos

Menteri sosial Tri Rismaharini saat memberikan bantuan ke penghuni Yayasan Mojopahit di Lingkungan Balong Cangkring, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (2/1/2021). ANTARA/Indra Setiawan/aa.

Kota Mojokerto (ANTARA) -
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini melakukan pemetaan untuk menyiapkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat karena  setiap daerah berbeda masalah, sehingga harus dipetakan lebih dulu.
 
"Saya coba memetakan, apa saja yang bisa kami lakukan terutama untuk masyarakat yang membutuhkan," kata Risma saat memberikan bantuan kepada penghuni Yayasan Mojopahit di Lingkungan Balong Cangkring, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu.
 
Mantan Wali Kota Surabaya ini mengatakan pihaknya akan terus memetakan supaya bisa mereview data termasuk juga dengan anggaran yang ada.

Baca juga: Mensos Risma: Bansos mulai disalurkan 4 Januari 2021

Baca juga: Mensos: Beri layanan terbaik bagi penyandang disabilitas
 
"Saya coba memetakan karena apa yang bisa kita lakukan, sehingga kami bisa menganalisa data yang ada di kami maupun anggaran yang ada," katanya.
 
Ia mengatakan saat ini dirinya belum bisa keluar Pulau Jawa karena harus menyiapkan bantuan sosial yang akan segera dibagikan dalam waktu dekat ini. Namun, pihaknya akan segera memetakan masalah, karena setiap daerah yang dikunjungi memiliki masalah berbeda.
 
"Kalau di sini, ada lansia, pengemis, tukang becak dan anak jalanan. Itu treatment-nya beda dengan misalkan yang saya lakukan di Ponorogo. Karenanya, setelah ini mungkin kami akan melakukan pemetaan dan kemudian kami juga bisa menyosialisasikan bantuannya," katanya.
 
Ia berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan dari Kemensos tersebut mampu bangkit untuk kesejahteraan hidupnya. Sehingga, tidak hanya memberikan bantuan dan kemudian lepas, namun masalah yang dihadapi juga tuntas.
 
"Kalau pelatihan saja tidak bisa, kemudian marketing juga tidak apa. Ini yang sekarang coba kami selesaikan, termasuk bangunan-bangunan ini. Iya, Insya Allah nanti kami akan komunikasi dengan yayasan karena ini lahannya kan bukan milik perorangan. Tidak bisa orang per orang, beda dengan program bedah rumah," ucapnya.

Baca juga: Pengamat: Menteri baru harus lebih banyak mendengar rakyat
 
Salah satu keluarga dari pendiri Yayasan Majapahit, Drajat Satriadi mengatakan Yayasan Majapahit didirikan oleh almarhum ayahnya, Soewono Blong pada 1969. Yayasan Majapahit membina para tuna wisma, tuna susila, serta penyandang persoalan sosial lainnya.

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar