Universitas Brawijaya kukuhkan dua profesor sekaligus

id Universitas Brawijaya, pengukuhan profesor

Universitas Brawijaya kukuhkan dua profesor sekaligus

Pidato ilmiah pengukuhan profesor Universitas Brawijaya di Gedung Widyaloka, kampus setempat, Rabu (17/2). ANTARA/HO-Universitas Brawijaya.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor sekaligus dari Fakultas Teknik dengan bidang ilmu berbeda, yakni Dr. Eng. Anindito Purnowidodo, S.T., M.Eng dan Ir. Djarot B. Darmadi, MT., PhD.

Pengukuhan kedua guru besar dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik itu dilangsungkan di gedung Widyaloka dengan protokol kesehatan ketat, Rabu.

Anindito merupakan profesor pada bidang Ilmu Kekuatan Material, sedangkan Djarot pada bidang Ilmu Teknologi dan Pemodelan pengelasan Logam.

Anindito menjadi profesor aktif ke-13 di FT dan ke-192 di UB, sementara Djarot merupakan profesor aktif ke-14 di FT dan 193 di UB.

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul "Memprediksi Umur Komponen Meningkatkan Keamanan Umumnya" itu Dr. Eng. Anindito Purnowidodo, S.T., M.Eng mengemukakan kegagalan dari suatu struktur terjadi pada komponen yang menerima beban dinamis, dan jarang sekali terjadi pada komponen yang menerima beban statis.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya raih gelar Puteri Kebudayaan 2020
Baca juga: Dies Natalis ke-58, Universitas Brawijaya hadirkan Presiden Jokowi


Kegagalan suatu komponen yang menerima beban dinamis disebabkan karena adanya inisiasi dan perambatan retak. Jika panjang retak ini mencapai panjang kritis, dapat menyebabkan kegagalan strukturnya.

Dalam mengevaluasi umur komponen dari suatu struktur, lanjutnya, ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu umur untuk inisiasi dan umur untuk perambatan retak.

Beberapa contoh kegagalan struktur ada di kehidupan sehari-hari, seperti pada peralatan rumah tangga, dunia kesehatan, sampai pada struktur besar, semisal jembatan, pembangkit listrik dan kendaraan yang beresiko tinggi, yakni pesawat.

Ada tiga perilaku utama perambatan retak lelah (fatigue crack), yang pertama adalah perambatan retak lelah yang disebabkan beban dinamis dengan siklus konstan (constant cyclic loads).

Perambatan retak ini, umur retak lelahnya dapat diprediksi dengan mudah. Kondisi ini sangat jarang ditemui, karena pada umumnya suatu komponen menerima beban dinamis dengan siklus yang bervariasi (variable cyclic loads).

Permasalahan yang dihadapi para insyinyur dalam memprediksi umur komponen dari suatu struktur adalah ketidakpastian perilaku rambat retak (constant, delay atau acceleration).

Baca juga: Mendikbud dorong Universitas Brawijaya jadi PTNBH
Baca juga: Universitas Brawijaya kukuhkan dua profesor di penghujung tahun 2020


Sementara itu, Ir. Djarot B. Darmadi, MT., PhD dalam pidato ilmiah berjudul "Simulasi Komputer sebagai Kontrol Intelektual Proses Pengelasan" mengatakan pemanfaatan komputer sebagai alat analisa telah memasuki hampir semua bidang ilmu, termasuk proses pengelasan.

Salah satu peran komputer dalam proses pengelasan adalah membuat model dan mensimulasikannya.

"Simulasi komputer proses pengelasan terus berkembang hingga sekarang untuk mendapatkan model terbaik. Selain merepresentasikan proses pengelasan, simulasi juga bisa menjelaskan sebab atau alasan terjadinya suatu fenomena tertentu," ucapnya.

Meskipun belum sempurna, simulasi komputer proses pengelasan telah memberikan kontribusi nyata pada kegiatan studi parameter (parametric study), studi kemamputerapan (feasibility study) dan memprediksi karakter fisik pada tempat-tempat yang sulit diukur (karena posisi atau ukurannya).

Untuk menghasilkan model yang benar-benar mewakili proses pengelasan tidaklah sederhana, karena proses pengelasan melibatkan analisa non linear yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Baca juga: Duo Etnicholic UB Malang sabet penghargaan di Italia
Baca juga: Universitas Brawijaya kukuhkan dua profesor

 

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar