IPO dinilai sebagai langkah positif kembangkan perusahaan usai pandemi

id IPO,Bursa,Saham,rsm indonesia,bursa efek indonesia

IPO dinilai sebagai langkah positif kembangkan perusahaan usai pandemi

Ilustrasi: Seorang calon investor merekam dengan telepon seleluarnya data pada layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/1/2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc/aa. (ANTARA/RENO ESNIR)

Jakarta (ANTARA) - Head of Consulting & Senior Partner RSM Indonesia Angela Indirawati Simatupang menilai masuk ke bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO merupakan langkah positif untuk mengembangkan perusahaan pasca-pandemi.

"Bisnis dapat semakin berkembang melalui pendanaan IPO. Dalam hal ini RSM menilai IPO sebagai langkah positif bagi pengembangan perusahaan pasca-pandemi karena memberikan akses pendanaan beragam, murah, serta dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance yang berujung pada peningkatan kinerja dan valuasi perusahaan," ujar Angela melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, lanjut dia, sebelum melakukan IPO, perusahaan harus memiliki persiapan yang matang. Perencanaan yang baik bisa meminimalkan dampak dari kejutan yang berpotensi tidak menyenangkan.

Berdasarkan pengalaman RSM, kata dia, perusahaan yang melakukan penilaian kesiapan pra-IPO (Pre-IPO readiness assessment) secara penuh, yaitu mencakup area akuntansi dan pelaporan, strategi perusahaan dan keuangan, tata kelola (governance), pengendalian internal, peraturan, proses manajemen risiko, dan pajak, adalah mereka yang paling siap untuk menangani kompleksitas transaksi IPO.

Baca juga: BEI: Performa perusahaan BUMN naik sejak masuk ke bursa

"Persiapan yang matang dan didukung oleh mitra yang tepat akan membantu kesuksesan rencana IPO perusahaan," ujar Angela.

Suatu perusahaan dianggap siap untuk IPO bila telah menyanggupi persyaratan IPO, mendapatkan persetujuan dari para shareholders, memiliki roadmap yang lengkap dan mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melibatkan pihak ketiga seperti underwriter dan profesi penunjang.

Perjalanan menuju IPO melibatkan kondisi finansial perusahaan, perpajakan, akuntansi dan audit, serta restrukturisasi sehingga perusahaan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah.

Direktur Bank Nationalnobu Hendra Kurniawan mengatakan sebagai perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) banyak manfaat positif yang dirasakan oleh perusahaan.

Baca juga: BEI: Ada 17 perusahaan lagi berencana masuk bursa di sisa tahun ini

"Dengan menjadi perusahaan terbuka, Bank Nationalnobu merasakan akses pendanaan yang lebih luas dan terbuka, baik itu dari sisi nasabah, stakeholders, dan investor, juga dirasakan peningkatan competitive advantage," ujar Hendra.

RSM Indonesia berkolaborasi dengan BEI menyelenggarakan acara Road to IPO secara daring pada hari ini yang diikuti oleh berbagai perusahaan di Indonesia serta mitra RSM Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan gambaran mengenai proses IPO dan persiapannya. Kegiatan itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Terkait rencana IPO, BEI intensif lakukan komunikasi dengan unicorn RI

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar