Mondelez dan OFI bangun pertanian kakao paling berkelanjutan di Maluku

id Perkebunan cokelat, kakao, mondelez

Mondelez dan OFI bangun pertanian kakao paling berkelanjutan di Maluku

Para petani perempuan sedang memanen Kakao. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan makanan global Mondelez International, Inc. dan Olam Food Ingredients (OFI) selaku pemasok biji dan bahan kakao terkemuka berkolaborasi untuk menciptakan pertanian kakao komersial terbesar dan paling berkelanjutan di dunia, yang berlokasi di Pulau Seram, Maluku.

"Kami memiliki misi untuk mengolah kakao secara tepat dan memastikan terciptanya pasokan kakao yang berkelanjutan di masa depan sebagai bahan baku yang penting untuk bisnis kami. Inisiatif ini sejalan dengan program Cocoa Life Mondelez International yang ada di Indonesia dan pusat penelitian kakao kami di Pasuruan Jawa Timur, yang didirikan untuk mendukung praktik pertanian kakao berkelanjutan dan mendorong perubahan positif bagi petani dan masyarakat di wilayah tersebut," kata Quentin Roach, Senior Vice President, Global Supply Chain & Chief Procurement Officer Mondelez International dalam siaran pers pada Jumat.

Proyek dibangun berdasarkan pengalaman Mondelez Internasional pada program pengelolaan sumber daya kakao yang berkelanjutan, yaitu "Cocoa Life", dan target berkelanjutan dari OFI, yaitu "Cocoa Compas, guna menguji coba berbagai pendekatan yang terukur pada pertanian kakao komersial di masa depan.

Proyek pertanian kakao ini menggunakan berbagai inovasi teknologi iklim dan pengetahuan tanaman kakao terbaru, mulai dari pemasangan sensor di lapangan hingga penggunaan sistem irigasi canggih yang jarang digunakan pada penanaman kakao berskala besar.

Baca juga: Mondelez perkuat Indonesia sebagai produsen kakao dunia

Baca juga: Mondelez buka pusat pelatihan bagi petani kopi


Model pertanian kakao terbaru itu akan menjadi cetak biru praktik pertanian kakao yang modern dan profesional, penggunaan lahan secara optimal, dan perencanaan komunitas pertanian yang berpotensi untuk dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Permintaan kakao terus meningkat di seluruh Asia, hingga menjadi yang terbesar kedua di dunia. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil kakao terbesar di kawasan ini. Namun, para petani kakao di Indonesia masih harus berjuang dengan suhu iklim yang meningkat, hasil panen yang rendah, dan berbagai penyakit tanaman.

Dengan menggabungkan keahlian masing-masing dalam penelitian dan pengembangan penanaman kakao, pengelolaan pertanian kakao berkelanjutan, serta praktik pertanian terbaik, Mondelez Internasional dan OFI berupaya mengatasi masalah petani kakao di Indonesia dengan meningkatkan mata pencaharian petani, memberdayakan masyarakat, dan memulihkan produktivitas lingkungan dari yang sebelumnya mengalami deforestasi lahan.

Kemitraan bertujuan untuk mewujudkan terciptanya 700 lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal di daerah yang memiliki peluang pendapatan terbatas dikarenakan lokasi yang terpencil. Hampir setengah dari kesempatan peluang kerja akan ditujukan pada perempuan.

Sebanyak 2.000 hektar lahan akan ditanami kakao, pohon pelindung hutan dan pohon buah-buahan untuk menciptakan keanekaragaman hayati. Saat ini sekitar 1.080 hektar telah ditanami dari total luas 3.380 hektar lahan.

Areal seluas 47 hektar yang telah teridentifikasi sebagai hutan bernilai konservasi tinggi dan dilindungi sepenuhnya sebagai habitat vital bagi flora dan fauna.

Fasilitas pembibitan yang dapat menumbuhkan satu juta bibit kakao unggul setiap tahunnya.

Akses untuk perawatan kesehatan dan pendidikan untuk semua karyawan dan keluarganya, serta fasilitas umum seperti perumahan, listrik, air, penitipan anak, dan toko koperasi untuk 200 keluarga yang tinggal di lokasi perkebunan.

"Kemitraan ini merupakan terobosan yang tepat untuk mengubah masa depan pertanian kakao di Indonesia," kata Gerard A. Manley, CEO OFI Cocoa Business.

Prashant Peres, President Director Mondelez Indonesia menjelaskan, program kemitraan ini semakin memperkukuh komitmen Mondelez International untuk terus berinvestasi di Indonesia.

"Setelah meluncurkan pusat penelitian kakao di Pasuruan Jawa Timur tahun lalu, kami berharap hadirnya program ini semakin memperkuat momentum untuk mengembangkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao yang berkelanjutan di Indonesia," kata Prashant.

Baca juga: Khawatir bakteri, Mondelez tarik biskuit di AS

Baca juga: Dua kementerian dukung pusat penelitian kakao berskala global

Baca juga: Mondelez gelar kompetisi ide desain virtual bagi mahasiswa


Pewarta : Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar