2.600 penerbangan di China ditunda di tengah puncak arus mudik

id mudik Hari buruh di China,Hari Buruh di China,penerbangan di China dibatalkan,penerbangan China ditunda

2.600 penerbangan di China ditunda di tengah puncak arus mudik

Dok - Kesibukan di terminal keberangkatan Bandar Udara Liangjiang, Guilin, Daerah Otonomi Guangxi, pada musim liburan San Yue San, tanggal 15 April 2021. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Sedikitnya 2.600 penerbangan di seluruh wilayah daratan China ditunda dan dibatalkan di tengah kepadatan arus mudik liburan Hari Buruh karena cuaca buruk.

Hingga Senin (3/5) malam pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB) atau hari ketiga libur Hari Buruh di China tercatat 2.613 penerbangan yang ditunda dan dibatalkan, demikian Umetrip aplikasi perjalanan wisata yang dikembangkan TravelSky Technology Limited.

Penundaan dan pembatalan tersebut paling banyak terjadi di sejumlah bandar udara besar, seperti Bandara Internasional Daxing dan Bandara Internasional Ibu Kota, keduanya di Beijing.

Beberapa penumpang bahkan menumpahkan kekecewaannya di Sina Weibo, media sosial populer di China.

Baca juga: Hari Buruh, pelampiasan dendam liburan yang tertunda
Baca juga: 10 Kota di China larang guru dan anak didik liburan Hari Buruh


Menanggapi hal itu, pihak Bandara Ibu Kota menyatakan bahwa pihaknya sedang menghadapi hujan badai disertai petir.

"Hujan badai tidak terjadi di Beijing maupun Guangzhou, tetapi di semua rute penerbangan," demikian pihak bandara dikutip media resmi China, Selasa.

Pusat Meteorologi Nasional China (NMC), Senin, mengeluarkan peringatan badai hujan dan petir di wilayah tengah, selatan, dan barat daya, serta di barat laut.

Libur Hari Buruh di China berlangsung selama lima hari hingga Rabu (5/5).

Momentum itu digunakan warga untuk mudik dan berlibur bersama keluarga.

Otoritas setempat memperkirakan 265 juta perjalanan bakal terjadi selama libur panjang tersebut. 

Baca juga: KA China angkut 18,3 juta pemudik Hari Buruh
Baca juga: China raup 85 juta wisatawan, Wuhan dambaan utama

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar