Empat ribu lebih personel disiapkan untuk Operasi Ketupat Jaya 2021

id operasi ketupat 2021

Empat ribu lebih personel disiapkan untuk Operasi Ketupat Jaya 2021

Polisi menggelar apel siaga Operasi ketupat Jaya 2020 di lokasi penyekatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (24/4/2020) dini hari. ANTARA/HO-Polda Metro.

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya-Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta DKI menyiapkan sebanyak 4.276 personel gabungan untuk Operasi Ketupat 2021 pada 6 - 17 Mei 2021.

"Kami akan melibatkan personel sebanyak 4.276 personel dari Polri, 'back up' TNI, maupun dari pemda terutama dari Dishub, Satpol PP, Dinkes dan Pemadam Kebakaran," ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Marsudianto menjelaskan ribuan personel gabungan itu akan disebar di 14 titik penyekatan dan 17 titik pemeriksaan (check point).

Adapun tujuan Operasi Ketupat Jaya 2021 ini antara lain adalah penyekatan akses masuk dan keluar Jabodetabek serta pengamanan dan pengawasan protokol kesehatan sebelum, saat dan sesudah Lebaran 2021 atau Idul Fitri 1442 H.

Ia berharap dengan adanya penjagaan itu dapat mencegah masyarakat meninggalkan Jakarta dan keamanan di Ibu Kota dapat terjaga.

Baca juga: Polri siap gelar Operasi Ketupat 2021

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan segala bentuk aktivitas mudik, termasuk mudik lokal, ditiadakan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah untuk mengurangi tingkat penularan virus corona.

“Pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik apapun bentuknya. Mohon jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat untuk dapat menjadi agen promosi kesehatan yang baik dengan berlandaskan satu narasi dari pemerintah,” kata Wiku, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa, menanggapi kebijakan pemerintah daerah yang memperbolehkan kegiatan mudik lokal.

Wiku menjelaskan kegiatan mudik untuk bertemu sanak saudara sangat terkait dengan interaksi fisik langsung yang merupakan cara virus corona menular lebih cepat.

Ia memberikan contoh, penularan karena bersalaman, berpelukan ataupun interaksi fisik lainnya yang kerap terjadi dalam pertemuan fisik secara langsung.

Hal itu, kata Wiku, sering tidak bisa terhindarkan, bahkan terhadap orang yang sebenarnya memahami protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Baca juga: Kakorlantas: Polisi jaga jalur-jalur tikus Jatim antisipasi mudik

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar