Dikti : ICE Institute mungkinkan kolaborasi mahasiswa lintas daerah

id ICE institute,Kemendikbudristek,PJJ,pendidikan jarak jauh

Dikti : ICE Institute mungkinkan kolaborasi mahasiswa lintas daerah

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) Prof Nizam di Jakarta, Kamis (6/5). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) Prof Nizam mengatakan adanya Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) memungkinkan terjadinya kolaborasi mahasiswa lintas daerah terwujud.

“Dengan menggunakan ICE Institute, kolaborasi mahasiswa lintas daerah maupun lintas provinsi dapat terjadi. Juga kolaborasi dosen pun dapat terwujud,” ujar Nizam dalam acara penandatangan kerja sama 12 perguruan tinggi yang diselenggarakan di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Kamis.

Dengan demikian, lanjut Nizam, apa yang digadang-gadangkan oleh pakar ekonomi jika Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor lima dunia dapat terwujud.

Nizam menambahkan penandatangan kerja sama itu merupakan peristiwa bersejarah dalam upaya memberikan layanan pendidikan untuk semua.

“Dengan segala upaya menghadirkan PJJ yang canggih sehingga menjadi satu kesatuan. Tidak hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan teknis dan keterampilan nonteknis bagi mahasiswa,” tambah dia.

Nizam mengakui bahwa pembelajaran daring saja yang diselenggarakan perguruan tinggi belum cukup sebagai alat atau media untuk mengasah kompetensi mahasiswa.

Baca juga: Rektor : ICE Institute upaya pemerataan akses pendidikan tinggi

Baca juga: Sejumlah kampus berkolaborasi dalam inovasi PJJ melalui ICE Institute

“Untuk mewujudkan pendidikan bagi semua dan meningkatkan kompetensi mahasiswa, maka perlu gotong royong atau kerja sama antarperguruan tinggi. Misalnya bagaimana perguruan tinggi di pelosok bisa mendapatkan pelajaran dari para profesor. Itu dapat dilakukan perguruan tinggi bersangkutan melalui ICE Institute,” jelas dia.

Nizam menambahkan pemerataan akses pendidikan tinggi harus dapat ditingkatkan, agar dapat memanfaatkan bonus demografi. Korea Selatan saat bonus demografi di negara itu terjadi, sebanyak 60 persen angkatan kerjanya adalah lulusan perguruan tinggi.

“Tanpa sumber daya manusia yang unggul dan inovasi, maka bonus demografi akan menjadi bencana. Banyak negara yang terjebak dalam perangkap negara berpenghasilan menengah jika tidak berhasil memanfaatkan bonus demografi,” terang Nizam.

Oleh karena itu, melalui ICE Institute semakin luas dan dapat menjangkau masyarakat dimanapun berada. Melalui ICE institute tersedia akses penuh pada sumber belajar yang bisa diakses mahasiswa.

“Saya berharap semangat berkolaborasi, bergotong royong menjadi modal kita ke depan. Tanpa kolaborasi, hanya akan menciptakan kompetensi yang tidak sehat. Tanpa sinergi maka akan sangat sulit mewujudkan SDM unggul,” imbuh Nizam.

Baca juga: Pandemi COVID-19 ajang kampus berkolaborasi dalam PJJ

Baca juga: Bertambah, kampus yang selenggarakan belajar jarak jauh


Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar