Yayasan Kalla bantu 1000 bibit alpukat untuk petani di Tonasa Gowa

id Kelompok Tani Gowa, Yayasan Kalla,Yayasan Hadji Kalla

Yayasan Kalla bantu 1000 bibit alpukat untuk petani di Tonasa Gowa

Penyerahan bantuan 1000 bibit alpukat oleh Yayasan Hadji Kalla kepada kelompok tani di Tonasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/07/2021). ANTARA Foto/HO-Humas Yayasan Hadji Kalla.

Makassar (ANTARA) - Yayasan Hadji Kalla membantu 1.000 bibit pohon alpukat varietas unggul untuk kelompok tani di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pembagian bibit pohon ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tonasa Anwar Jama, Tim UPT BPP (Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian) Kanreapia Sahariah dan Erny Nurdin yang merupakan Manager Bidang Economic & Social Care; Yayasan Hadji Kalla di Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu.

Kepala Desa Tonasa Anwar Jama menyebutkan terdapat 36 kelompok tani dan Kelompok Tani Parangta’juru dipilih menjadi kelompok yang akan menjalankan program, setelah melalui tahap skrining yang dinilai siap menjalankan program 1.000 bibit alpukat ini.

“Saya mewakili warga desa dan juga Kelompok Tani Parangta’juru mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Hadji Kalla karena telah memilih desa kami untuk program pendampingan ini," ujarnya.

Baca juga: Yayasan Haji Kalla sumbang empat ventilator untuk RS rujukan COVID-19

Baca juga: Jusuf Kalla berbagi inspirasi dan pengalaman di Makassar


Sebagai kepala desa, Anwar menjamin dan akan mengawasi langsung program ini. "Saya yakin bahwa apa yang kita kerjakan ini akan bisa membawa manfaat untuk masyarakat luas," katanya.

Manager Bidang Economic & Social Care; Yayasan Hadji Kalla Erny Nurdin menjelaskan bahwa dalam program ini, ada 1.000 bibit alpukat varietas unggul dengan nama “Wina dan Kalibening” yang akan diberikan kepada warga untuk ditanam dan dilakukan program produksi pembibitan.

Bibit-bibit yang diberikan oleh pihak Yayasan Hadji Kalla adalah varietas unggul yang bisa hidup di ketinggian 900 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Bibit tersebut dipilih mengingat bahwa lokasi Desa Tonasa yang berada di ketinggian tersebut.

“Bibit ini ada dua jenis, namanya Wina dan Kalibening, keduanya cocok untuk di tanam di ketinggian 900 hingga 1.200 meter," kata Erny.

Dia melanjutkan bahwa program ini bersifat pemberdayaan dan jangka panjang. Maka para petani tidak hanya diberikan bibit secara cuma-cuma, namun juga tanggung jawab untuk bisa menghasilkan bibit serupa yang unggul agar bisa kembali digunakan oleh Yayasan Hadji Kalla menjalankan program yang sama di lokasi lain.

“Karena itulah kita melakukan perjanjian kerja sama tertulis dengan Kelompok Tani Parangta’juru, agar semuanya merasa punya tanggung jawab dan amanah dalam menjalankan program ini. Makanya kita akan tetap melakukan pendampingan hingga beberapa tahun ke depan," urainya.

Program ini merupakan salah satu program unggulan dari Yayasan Hadji Kalla yang di dalamnya juga akan memberi pembinaan dan pendampingan untuk para petani dalam mengembangkan kegiatan penanaman dan pembibitan alpukat varietas unggul di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut juga akan dilakukan pelatihan untuk para petani hingga 4 Juli 2021 tentang metode pengolahan dan pembibitan yang baik hingga masyarakat petani di Desa Tonasa bisa kembali menghasilkan bibit-bibit baru yang unggul dan bernilai tinggi.

Jufri selaku Ketua Kelompok Tani Parangta’juru berujar bahwa kelompoknya siap untuk menjalankan program yang diamanahkan Yayasan Hadji Kalla dan berharap bahwa dalam waktu dua tahun ke depan, program ini bisa segera menuai hasil positif.

Baginya, pada masa akan datang, program ini menjadi mercusuar baru dalam dunia pertanian di wilayah Indonesia Timur. "Desa Tonasa akan menjadi pusat pembibitan alpukat unggul di Sulawesi Selatan," katanya.*

Baca juga: Jusuf Kalla: Perusahaan harus miliki tanggung jawab sosial

Baca juga: JK: Plasma konvalesen 90 persen efektif sembuhkan pasien COVID-19

Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar