Disabilitas-anak pekerja migran di Nunukan dapat akta lahir sambut HAN

id Peringatan HAN,Pemkab Nunukan, akta lahir, anak disabilitas, anak TKI

Disabilitas-anak pekerja migran di Nunukan dapat akta lahir sambut HAN

Anak-anak WNI bermasalah yang dideportasi Malaysia, tiba di Terminal Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara, Kamis (19/4/2018). Sebanyak 194 WNI bermasalah karena bekerja secara ilegal di Negeri Sabah, Malaysia, dipulangkan pemerintah Malaysia melalui Kabupaten Nunukan. (ANTARA FOTO/M Rusman)

Nunukan, Kaltara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membagikan akta lahir kepada disabilitas dan anak pekerja migran Indonesia (PMI) bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, Jumat.

Pembagian akta lahir ini diserahkan oleh Wabup Bupati Nunukan H Hanafiah di Nunukan sebagai bentuk rasa kepedulian serta partisipasi seluruh komponen bangsadsalam menjamin pemenuhan hak anak berupa hak hidup, tumbuh, dan berkembang.

Akta lahir yang diserahkan itu, kata dia, dberikan kepada anak-anak yang berasal dari berbagai kalangan, latar belakang dan kelompok sosial.

“Kita menyerahkan akta lahir kepada puluhan anak-anak pekerja migran dan disabilitas bertepatan pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 ini," katanya.

Pembagian akta lahir bagi anak-anak ini, kata Hanafiah, juga sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap masa depan anak yang merupakan generasi pemegang estafet di masa depan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Nunukan Faridah Aryani menyebutkan sebanyak 50 akta lahir yang diberikan kepada anak-anak disabilitas, anak TKI dan anak telantar bertepatan peringatan HAN tahun ini.

Rinciannya, terdiri atas 36 anak telantar, lima orang disabilitas, dan sembilan anak TKI.

Baca juga: 243 anak TKI sekolah di Indonesia tiba di Nunukan

Baca juga: PD Aisyiah Nunukan bina 11 anak korban TPPO dari Sabah

Baca juga: Generasi Nunukan terancam stunting akibat orangtua kurang peduli anak

 

Pewarta : Rusman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar