Komisi E usul Dinkes jalin kolaborasi untuk capai kekebalan komunal

id Komisi E DPRD DKI,Anggara Wicitra Sastroamidjojo,Vaksinasi COVID-19,Vaksinasi COVID-19 Jakarta

Komisi E usul Dinkes jalin kolaborasi untuk capai kekebalan komunal

Salah satu warga menerima suntikan vaksin COVID-19 jenis Pfizer di Puskesmas Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am.

Jakarta (ANTARA) - Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan kepada Dinas Kesehatan agar melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak agar dapat mencapai target kekebalan komunal (herd immunity) di Ibu Kota melalui program vaksinasi.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan langkah tersebut dilakukan agar memudahkan dalam menjangkau para warga yang belum mendapat vaksinasi COVID-19.

"Jadi menggandeng berbagai macam pihak untuk berkolaborasi membangun sentra vaksin yang mendekatkan ke titik penduduk," kata Anggara di Jakarta, Kamis.

Pasalnya,Anggara menilai pelaksanaan vaksinasi di tengah lingkungan warga masih belum merata.

Seperti terkendala mekanisme penjadwalan, kuota harian dosis vaksinasi terbatas hingga minim akses untuk mendapatkan vaksin di puskesmas tingkat kelurahan.

"Karena satu puskesmas di kelurahan dengan belasan ribu warga yang divaksin, kuota seharinya bisa paling banyak 150 hingga 200," ucapnya.

Berdasarkan informasi dari DKI Jakarta dalam laman corona.jakarta.go.id, program vaksin total dosis pertama telah diberikan sebanyak 10.143.670 orang, sedangkan program vaksin total dosis kedua telah diberikan kepada 7.115.084 orang.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini kembali menambah target Herd Immunity warga Jakarta kembali ditingkatkan menjadi penerima vaksin COVID-19 menjadi 14 juta orang penduduk.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada sebanyak 2,5 juta warga ber-KTP DKI yang belum berparitisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 dengan alasan tertentu.

Beberapa di antaranya, sulit untuk mendeteksi warga yang belum tervaksin karena berada di tempat yang berbeda-beda hingga khawatir dengan efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Dengan demikian, Komisi E juga meminta kepada Dinas Kesehatan DKI sebagai leading sektor terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya kegiatan vaksinasi sebagai langkah efektif memutus laju penularan infeksi COVID-19 di tengah masyarakat.

"Jadi pastinya harus menggencarkan dan memasifkan sosialisasi kegiatan vaksin itu sendiri," tutur Anggara.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar