Satgas: 30 pasien COVID di Aceh masih jalani perawatan di rumah sakit

id Aceh,COVID-19,Pemprov Aceh,Virus Corona,Pasien Infeksi COVID-19

Satgas: 30 pasien COVID di Aceh masih jalani perawatan di rumah sakit

Ilustrasi - Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/wsj.

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh menyatakan sebanyak 30 pasien positif di provinsi paling barat Indonesia itu masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan berbagai daerah di Aceh.

Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Kamis, mengatakan puluhan warga yang terkonfirmasi positif dan memiliki gejala tersebut mendapat perawatan di 12 rumah sakit yang tersebar di beberapa daerah di Tanah Rencong.

“Mereka dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) atau ruang isolasi Penyakit New Emerging dan Re-Emerging (Pinere), sesuai kebutuhan medisnya,” kata Saifullah di Banda Aceh.

Dia menjelaskan 12 rumah sakit yang masih merawat pasien infeksi tersebut di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh delapan orang, RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues lima orang, RSUD Kota Subulussalam empat orang dan RSUD Tgk Abdullah Syafi’I Pidie tiga orang.

Baca juga: IDI: Peran pendakwah penting tingkatkan vaksinasi lansia di Aceh

Baca juga: Kankemenag: Pandemi tak pengaruhi minat pasangan menikah di Aceh Jaya


Selanjutnya di RSUD Aceh Tamiang, RSUD Kota Langsa, RS Tk IV Iskandar Muda (IM) Lhokseumawe dan RS Tk II Kesdam IM Banda Aceh terdapat masing-masing dua orang.

“Sedangkan RSUD dr H Yulidin Away, RSUD Meraxa Banda Aceh, RSUD Datu Beru Takengon, dan RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat masing-masing terdapat satu orang pasien,” kata Saifullah.

Selain pasien rawat inap, kata Saifullah, saat ini juga terdapat 215 warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, begitu hasil analisis sampel usap (swab) mereka dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Pasien-pasien ini tidak memiliki gejala atau memiliki gejala ringan sehingga tidak membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, katanya.

Kendati demikian, isolasi mandiri tersebut juga di bawah pengawasan tenaga kesehatan dan pantauan Satgas Penanganan COVID-19 gampong.

“Apabila gejalanya meningkat mereka segera ditangani secara medis atau dirujuk ke rumah sakit,” katanya, menjelaskan.

Selain itu, Saifullah juga meminta warga untuk disiplin protokol kesehatan, meskipun tren kasus COVID-19 di bumi Serambi Makkah itu telah menunjukkan penurunan sejak sebulan terakhir.

Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas menjadi suatu keharusan di saat penularan kasus masih terjadi di tengah masyarakat, demikian dia mengingatkan.*

Baca juga: Satgas: Tidak ada kasus baru positif COVID-19 di Lhokseumawe

Baca juga: Satgas: Vaksinasi massal Pemerintah Aceh di Banda Aceh 80.895 orang

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar