Indonesia paparkan capaian pengurangan karhutla di COP-26

id kebakaran hutan,karhutla,cop-26

Indonesia paparkan capaian pengurangan karhutla di COP-26

Tangkapan layar Wakapolri Gatot Eddy Pramono dalam diskusi di Indonesia Pavilion di COP-26 di Glasgow, Skotlandia, Inggris Raya pada Kamis (4/11/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia berhasil menurunkan jumlah kebakaran hutan dan lahan berkat kerja sama berbagai pemangku kepentingan melakukan pencegahan dan pemadaman, kata Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raffles B. Panjaitan.

"Setelah 2019, pada 2020 dan 2021 jumlah pengurangan lahan yang terbakar sangat tinggi," kata Staf Ahli Menteri LHK Raffles dalam paparan di Indonesia Pavilion di sela-sela COP-26 UNFCCC di Glasgow, Skotlandia secara virtual diikuti di Jakarta pada Kamis.

Raffles menjelaskan bahwa sejak kebakaran besar pada 2015 yang membakar 2.611.411 hektare (ha) serta pada 2019 dengan luas kebakaran 1.649.258 ha, Indonesia berhasil menurunkan luasan kebakaran menjadi 296.942 ha pada 2020 dan 229.978 ha pada 2021.

Baca juga: Peladang tradisional Kalbar minta DPRD berhenti bahas Raperda Karhutla

Menurutnya, hasil itu didapatkan karena berbagai langkah pencegahan yang dilakukan seperti menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan di wilayah rawan dan serta faktor curah hujan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu dilakukan juga kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran seperti dengan TNI dan Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sektor swasta dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Gatot Eddy Pramono dalam paparan serupa mengatakan Kepolisian ikut berkontribusi dalam pengurangan jumlah lahan yang terbakar dan penegakan hukum terkait kejadian tersebut.

Baca juga: Indonesia berhasil cegah karhutla dua tahun berturut-turut

Dalam paparan itu, Wakapolri memberi contoh bagaimana kepolisian daerah Riau telah membuat inovasi dashboard Lancang Kuning yang menggunakan satelit untuk memantau keberadaan titik panas (hot spot) dan titik api (fire spot) di daerah tersebut.

Gatot juga menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak telah mendorong penurunan jumlah kebakaran hutan dan lahan selama beberapa waktu terakhir.

Baca juga: BPBD: Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat 100 persen sudah padam

Dia merujuk bagaimana Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan menguatkan aturan yang sudah ada dan mengaplikasikan strategi yang holistik, kolaboratif dan terintegrasi untuk menyelamatkan hutan dan lingkungan.

"Hasilnya nyata, terlihat dari berkurangnya secara dramatis dari jumlah hutan dan lahan yang terbakar menjadi 229.978 pada September 2021," tegasnya.

Baca juga: KLHK: 11.000 Masyarakat Peduli Api jadi mitra cegah karhutla

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar