Minimalisasi penularan, 57 pasien isoman Babel diminta pindah isoter

id covid-19,babel,isoter,isoman,satgas

Minimalisasi penularan, 57 pasien isoman Babel diminta pindah isoter

Pasien isolasi terpusat (isoter) di Bangka Belitung. (FOTO ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta 57 orang pasien COVID-19 menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk pindah ke isolasi terpusat, guna mengantisipasi dan menimalisasi potensi penularan virus corona di daerah itu.

"Saat ini, 1.005 tempat tidur pasien COVID-19 di isoter masih kosong," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-9 Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan berdasarkan data terbaru, sebanyak 57 dari total pasien COVID-19 aktif di Babel menjalani isolasi mandiri dan kurang mendapatkan pelayanan kesehatan untuk mempercepat kesembuhan pasien terpapar virus corona tersebut.

"Saat ini hanya 14 orang pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di isoter, sehingga ketersediaan tempat tidur banyak yang kosong," ujarnya.

Ia mengatakan sebanyak 78 pasien aktif yang masih menjalani isolasi mandiri, isoter dan rumah sakit rujukan tersebar di Bangka Barat 22, Belitung Timur 20, Bangka Tengah 10, Belitung 9, Bangka 7, Bangka Selatan 5 dan Kota Pangkalpinang 5 orang.

"Hari ini kasus harian COVID-19 bertambah 6 dengan kumulatif 52.232 jiwa tersebar di Belitung Timur 2, Bangka Barat 2 dan Pangkalpinang, Bangka Selatan masing-masing 1 kasus," katanya.

Demikian juga pasien sembuh bertambah 7 dengan kumulatif 50.700 jiwa tersebar di Belitung Timur 3, Belitung 2, Bangka 1 dan Pangkalpinang 1 orang pasien.

"Hari ini pasien meninggal akibat COVID-19 bertambah 1, sehingga kumulatif kematian orang karena virus corona ini menjadi 1.454 orang," demikian Mikron Antariksa.

Baca juga: Satgas: 1.167 BOR Isoter Babel belum terisi pasien COVID-19

Baca juga: Kapolri minta pos penyekatan kabupaten/kota di Babel dioptimalkan

Baca juga: Lokasi isolasi terpusat di Babel rawat 441 pasien COVID-19

Pewarta : Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar