BRIN kembangkan teknologi pengemasan dan diversifikasi produk pangan

id Badan Riset dan Inovasi Nasional ,BRIN,Laksana Tri Handoko

BRIN kembangkan teknologi pengemasan dan diversifikasi produk pangan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berbicara dalam acara virtual Gelar Riset dan Inovasi Bidang Kesehatan dan Pangan 2021 di Jakarta, Selasa (30/11/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pengemasan makanan olahan dan diversifikasi produk pangan untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

"BRIN memang masih fokus sebagian besar itu pada teknologi pengemasan makanan khususnya makanan olahan lokal dan juga diversifikasi produk pangan dari bahan alam lokal," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam acara virtual Gelar Riset dan Inovasi Bidang Kesehatan dan Pangan 2021 di Jakarta, Selasa.

Dengan mengoptimalkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi pengemasan produk olahan pangan, diharapkan produk-produk pangan berbasis tanaman lokal tidak hanya beredar secara masif di pasar dalam negeri tetapi juga bisa diekspor ke berbagai negara.

Teknologi pengemasan makanan juga dapat membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sektor pangan agar dapat meningkatkan kualitas produk pangan sehingga bisa memasarkan produk pangan olahan dengan lebih baik.

Baca juga: BRIN tingkatkan kualitas dan produktivitas riset kesehatan dan pangan

Baca juga: BRIN siapkan dua organisasi riset urusan kesehatan dan pangan


Handoko berharap dengan terintegrasinya Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian ke dalam BRIN dalam waktu dekat, maka bisa lebih mengintegrasikan riset-riset yang terkait dengan produk pangan untuk menjadi lebih kuat.

"Tidak hanya lebih kuat tetapi juga kita bisa melakukan riset yang lebih integratif dari hulu sampai hilir," ujarnya.

Handoko menuturkan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi, berbagai komoditas alam yang sudah bisa berproduksi dengan cukup besar diharapkan bisa menjadi produk-produk unggulan dalam bentuk jadi bukan dijual dalam bentuk mentah sehingga mendukung diversifikasi produk pangan.

Selain itu, upaya tersebut juga dapat memberikan nilai tambah terhadap berbagai produk dalam negeri, dan pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Sehingga kita benar-benar bisa menjadikan produk-produk pangan berbasis berbagai tanaman lokal dengan berbagai keunikan, berbagai jenis buah-buahan dan juga rempah-rempah yang kita miliki itu bisa memberikan nilai tambah ekonomi yang riil dalam waktu dekat," tuturnya.

Baca juga: BRIN tingkatkan daya saing UMKM dengan produk berbasis riset

Baca juga: Wapres minta BRIN kembangkan teknologi tepat guna untuk produk halal

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar