300 sekolah terjangkau internet kecepatan tinggi

id internet sekolah,kemendikbud,muhadjir effendy

300 sekolah terjangkau internet kecepatan tinggi

Foto dokumen: Seorang teknisi (kiri) membetulkan jaringan internet saat sejumlah siswa mengikuti sosialisasi Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 3 Kota Madiun, Jatim. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Surabaya (ANTARA News) - Saat ini terdata sekitar 300 sekolah terjangkau akses internet berkecepatan tinggi berkat bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Sekolah Garis Depan di Surabaya, yang berlangsung hingga Rabu dini hari, Muhadjir menyatakan masih terus berupaya mensejajarkan fasilitas, khususnya internet, di sekolah-sekolah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Sekolah Garis Depan berlangsung di Surabaya selama empat hari, 14-17 November. Pembukaannya tadi malam turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Muhadjir mencatat saat ini terdapat sekitar 39 ribu sekolah di seluruh Indonesia yang belum terjangkau internet. "11 ribu sekolah di antaranya berada di wilayah 3T," katanya.

Dia mengatakan bersama Kemenkominfo saat ini sedang membangun infrastruktur agar para siswa di 39 ribu sekolah wilayah 3T dapat segera menikmati akses internet berkecepatan tinggi untuk proses belajar mengajar.

Sementara Menkominfo Rudiantara menambahkan, dari sekitar 324 ribu sekolah termasuk madrasah yang ada di Indonesia saat ini, hampir 100 ribu di antaranya telah terkoneksi internet, namun dengan kapasitas yang cukup.

"Semuanya saat ini sedang kami upayakan agar mendapatkan akses internet berkecepatan tinggi untuk kepentingan belajar mengajar sehari-hari," ujarnya.

Rudiantara menegaskan infrastruktur internet berkecepatan tinggi yang sedang dibangun di seluruh sekolah di Indonesia saat ini tidak hanya untuk kebutuhan siswa dalam mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Kalau UNBK itu kan hanya kebutuhan sesaat di akhir masa sekolah. Yang kami upayakan saat ini adalah akses internet berkecepatan tinggi untuk keperluab belajar mengajar sehari-hari," katanya.

Terkait pelaksanaan UNBK tahun ajaran ini, Menteri Muhadjir memastikan telah diterapkan 100 persen sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk tingkat SMA dan 80 persen untuk tingkat SMP.

"Bersama Kemenkominfo, kami upayakan pelaksanaan UNBK sudah 100 persen semuanya di tahun 2019," katanya.

Pewarta : Hanif N, Slamet Agus Sudarmojo
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar