Lombok Barat klaim pembangunan berhasil

id jalan lingkar lombok barat, pembangunan lombok barat, peta lombok barat

Lombok Barat klaim pembangunan berhasil

Arsip: Musala Berarsitektur Pagoda Seorang perempuan berada di bangunan musala yang berarsitektur mirip pagoda di Dusun Jurang Malang, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, NTB, Sabtu (10/6/2017). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Lombok Barat (ANTARA News) - Penjabat sementara Bupati Lombok Barat H Lalu Saswadi mengklaim berbagai program pembangunan yang dilaksanakan sepanjang tahun telah berhasil memberikan manfaat bagi warganya.

"Berbagai pembangunan di semua sisi cukup berhasil," kata H Lalu Saswadi, pada sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Lombok Barat, dalam rangka memperingati hari jadi ke-60 Kabupaten Lombok Barat, NTB di Gerung, Senin.

Ia merinci berbagai keberhasilan pembangunan, seperti jumlah jalan mantap sepanjang 357,50 kilometer atau 62,55 persen dari total panjang.

Untuk program papan telah diperbaiki sebanyak 1.225 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni pada 2017.

Selain itu, membangun kualitas sumber daya manusia dalam peningkatan kesehatan. Di sektor ini pula telah dibangun Puskesmas Pembantu Nyurlembang, Puskesmas Eat Mayang, dan Suranadi, serta merenovasi berat puskesmas dan pustu lainnya.

Lebih lanjut, Saswadi menambahkan dalam perjalanan selama 60 tahun, Kabupaten Lombok Barat pada akhir 2017 telah mampu merealisasikan pos pendapatan lebih dari Rp1.699 miliar.

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan dengan baik. Bentuk tanggung jawabnya, pemerintah telah mampu menghasilkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badapn Pemeriksa Keuangan (BPK).

"WTP tersebut masih kita pertahankan untuk keempat kalinya," ujar pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah NTB ini.

Ia juga menyebutkan pendapatan daerah meningkat Rp117 miliar atau sebesar 7,35 persen dari tahun 2016 dengan perincian, yakni digunakan untuk belanja sebesar Rp1.749 miliar dengan porsi belanja langsung sebesar Rp867 miliar lebih dan belanja tidak langsung Rp881 miliar.

"Proporsi belanja tidak langsung dengan belanja langsung sudah mendekati angka ideal, karena belanja porsi belanja langsung bisa ditingkatkan," ucapnya pula.

Demikian pula dengan nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) Kabupaten Lombok Barat mendapat nilai B dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada 26 Januari 2018.

Menurut Saswadi, nilai B tersebut diperoleh setelah 10 tahun lamanya nilai SAKIP Kabupaten Lombok Barat berkutat antara C dan CC.

"Ini menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas Pemkab Lombok Barat sudah dinilai baik," kata mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Lombok Barat ini.

Terkait indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi peringkat 4 di NTB sejak 2016. Menurut dia, ada selisih 0,01 dengan Pemkab Dompu. Namun pada hari jadi ke-60, IPM Lombok Barat berada pada di posisi ke-4 dari 10 kabupaten/kota dengan selisih 0,07 poin meninggalkan Dompu.

Saswadi berharap agar semua keberhasilan yang telah dicapai tetap mempertahankan dan bisa ditingkatkan lagi dengan menetapkan tiga hal pokok yakni, perjuangkan hal-hal yang mau dicapai, pertahankan hal-hal yang sudah dicapai dan lanjutkan hal-hal yang terbukti memberikan hasil.

"Pada Hari Ulang Tahun ke-60 Kabupaten Lombok Barat, mari kita tetapkan semboyan untukmu Lombok Barat," katanya.

Pewarta : Awaludin
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar