Jawa Tengah ingin membudayakan resik-resik

id world cleanup day,kebersihan jawa tengah,sampah jawa tengah,pengelolaan sampah,aksi bersih

Jawa Tengah ingin membudayakan resik-resik

Arsip Foto. Siswa sekolah membersihkan ruangan belajar di SDN Kaligangsa 01 Tegal, Jawa Tengah, dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah guna mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Semarang (ANTARA News) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan aksi bersih-bersih dalam World Cleanup Day (WCD) hendaknya menjadi acara harian, bukan sekedar seremoni tahunan. 

"Saya tidak ingin WCD di Jateng hanya sekadar seremoni tahunan, tapi acara harian, jam-jaman, detik-detikan, dan ini akan menjadi perilaku hidup bersih di Jateng," katanya di Semarang, Minggu, saat menghadiri kampanye penanganan sampah dalam rangkaian dari acara WCD Jateng 2018 di Jalan Pahlawan Semarang.

Politikus PDI Perjuangan itu mengapresiasi banyaknya sukarelawan WCD Jateng 2018, yang menurut dia menunjukkan kesadaran warga menjaga lingkungan sudah membaik.

"Komunitas sudah mencapai 1,3 juta, melebihi target. Artinya semangat masyarakat Jateng untuk resik-resik tinggi," ujarnya.

Ia menyadari sampai sekarang masih ada warga yang kurang peduli lingkungan dan membuang sampah sembarangan, serta mengimbau warga dan relawan peduli lingkungan melakukan patroli bersama ke daerah-daerah yang sampahnya berserakan.

"Kalau ada yang buang sampah, langsung rekam gunakan ponsel kemudian di-upload, ini hukuman milenial. Kita tidak bermaksud menjatuhkan harga dirinya atau mempermalukan, tapi kita singgung perasaannya dengan cara itu," katanya. (KR-WSN).

Baca juga: Ridwan Kamil punguti sampah di Kota Bogor
 

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar