Pendidik berbagi praktik pemanfaatan teknologi di Isodel

id pendidikan,teknologi

Pendidik berbagi praktik pemanfaatan teknologi di Isodel

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (kanan) meninjau laboratorium teknik reaksi kimia saat kunjungan kerja di ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018). Dalam kunjungan kerja tersebut, Mohamad Nasir meresmikan Industri Katalis Pendidikan pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri ITB terkait dengan program penguatan inovasi yang diperoleh TRK ITB sejak tahun 2017. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye

Jakarta (ANTARA News) - Para pendidik akan berbagi praktik baik tentang pemanfaatan teknologi di International Symposium on Open, Distance and E-learning (Isodel) ke-9 pada 3-5 Desember 2018 di Bali.

"Paling tidak mereka punya gambaran posisi sekolah mereka, daerah mereka, posisi lembaga mereka, perguruan tinggi, institusi mereka, balai-balai yang lain itu sudah sejauh mana mengadopsi teknologi, merefleksi diri dan mengambil contoh-contoh baik dan praktik baik," kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemdikbud Gogot S  di sela-sela jumpa pers Isodel 2018 di Kemdikbud, Jakarta, Senin.

Isodel diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi di The Stones Hotel Legian, Bali.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy direncanakan hadir untuk membuka ISODEL 2018 yang bertema MAking Education 4.0 for Indonesia.

"Nanti kita tampilkan guru yang sudah sukses dalam pemanfaatan teknologi kemudian kita undang juga dari Hongkong, Amerika, Afrika Singapura, Australia, mereka akan mempresentasikan kisah-kisah sukses di tempat mereka tentang pemanfaatan teknologi ini," ujarnya.

Isodel ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju pendidikan 4.0.

Gogot mengatakan para guru harus meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini masih tergolong rendah sehingga siap dalam mendidik anak-anak menghadapi era revolusi industri 4.0.

"Kompetensi guru masih rendah dengan teknologi informasi dan komunikasi. Dari 6.000 guru yang kita lakukan uji coba ternyata yang bisa memanfaatkan teknologi baru 40 persen, yang bisa mengoptimalkan untuk pembelajaran baru 14 persen. Jadi memang masih sedikit sekali," jelasnya.

Dia menuturkan sebagian besar peserta yang akan hadir di kegiatan itu adalah guru dan dosen dengan porsi 75 persen. Dari target 750 peserta, saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 877 peserta.

Acara itu rencananya juga dihadiri oleh pembuat kebijakan seperti dinas pendidikan, bupati dan walikota.

Baca juga: Habibie: SDM-pendidikan-teknologi untuk naikkan nilai tambah

Isodel 2018 akan menampilkan sejumlah topik antara lain teknologi pendidikan dalam revolusi industri 4.0, transformasi pendidikan digital, pembangunan karakter melek digital, keterampilan abad 21, dan pendidikan kejuruan.

Isodel ke-9 itu akan diisi sejumlah kegiatan antara lain simposium, lokakarya dan pameran. Simposium menjadi ajang para pakar dan praktisi teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dan kebudayaan berbagi ilmu, ide dan gagasan.

Lokakarya merupakan ajang bagi para peserta untuk mendalami tentang keahlian dan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi yang diperlukan dalam menyambut era revolusi industri 4.0.

Dalam pameran, akan ditampilkan solusi teknologi terkini dan inovasi dari berbagai mitra Isodel.

Baca juga: Pusat Unggulan Iptek diharapkan jawab kebutuhan Indonesia
Baca juga: Pengajaran matematika era revolusi industri 4.0 manfaatkan teknologi siber

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar