Tiga meninggal, penderita DBD di Papua capai 331 orang

id dbd,Papua,tiga meninggal

Tiga meninggal, penderita DBD di Papua capai 331 orang

JAKARTA, 13/9- PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK. Seorang sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan aksi sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk kepada warga di kelurahan Cawang, Jakarta, Minggu (13/9). Aksi dalam rangka memperingati HUT PMI ke-64 itu dilaksanakan juga rangkaian kegiatan seperti membuat lubang resapan biopori, PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan abate untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD) serta peluncuran pelayanan Ambulans Siaga Lebaran dan pos pertolongan pertama selama arus mudik lebaran. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/nz/09 (ANTARA/PRASETYO UTOMO)

Jayapura (ANTARA) - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Papua mencapai 331 orang, tiga di antaranya meninggal dunia, kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Papua dr Aaron Rumainum.

Kpada Antara di Jayapura, Jumat, ia mengatakan, sebanyak 331 orang yang terkena DBD itu tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Dari jumlah tersebut yang terbanyak terjadi di Kabupaten Boven Digul yakni mencapai 145 penderita, menyusul Biak Numfor 57 penderita dan tercatat dua orang di antaranya meninggal, Merauke 31 penderita, Mimika dan Kota Jayapura masing masing 29 orang.

Kemudian Kabupaten Nabire 13, Sarmi dan Asmat masing masing 11 penderita, Keerom empat orang dan KabupatenYapen satu orang.

"Terus meningkatnya penderita DBD karena musim penghujan belum berakhir sehingga masyarakat diminta waspada dan melakukan pembersihan di lingkungan sekitarnya," kata Aaron.

Ia mengatakan, tanpa bantuan masyarakat maka sulit melakukan pemberantasan jenis nyamuk penyebar dbd karena nyamuk tersebut sangat menyukai genangan air.

"Masyarakat harus selalu menutup atau membuang dan membersihkan tempat-tempat penampungan air guna menghindari berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti,” katanya.

Baca juga: Kemenkes kirim 100 dus alat tes cepat DBD ke Papua

Baca juga: TNI-AU-Dinkes kerja sama kirim logistik tanggulangi DBD di Papua

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar