DBD meningkat, Dinkes Mataram minta warga waspada

id dinkes,DBD,mataram,meningkat

DBD meningkat, Dinkes Mataram minta warga waspada

MATARAM, 13/10 - CEGAH SEBARAN PENYAKIT. Seorang petugas melakukan fogging di Kelurahan Pagesangan, Mataram, NTB, Rabu (13/10). Fogging tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mengingat banyaknya laporan terkait warga yang terkenan chikungunya dan DBD. FOTO ANTARA/Budi Afandi/ed/hp/10

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta warga agar waspada terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD), karena kasus DBD saat ini terus meningkat.

"Peningkatan kasus DBD terjadi karena masuknya musim pancaroba, yang memicu perkembangbiakan jentik nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis.

Ia menyebutkan, sejak Januari hingga saat ini tren kasus DBD terus mengalami peningkatan, di mana  hingga 9 Maret 2019 tercatat sebanyak 230 kasus dengan rincian 16 kasus diduga, 43 kasus menyerupai, satu meninggal dan sisanya positif kena DBD.

"Untuk dapat menekan kasus DBD, peran serta keluarga sangat penting untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya.

Usman mengatakan, salah satu kelurahan yang patut dicontoh dalam melakukan PSN adalah Kelurahan Rembiga, yang hingga saat ini lurahnya menolak dilakukan "fogging".

"Mereka tahu bahwa 'fogging' tidak efektif karena hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentiknya masih tersisa," katanya.

Terkait dengan itu, Dinas Kesehatan Kota Mataram saat ini aktif melakukan upaya pencegahan melalui penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan PSN.

Selain itu, dilaksanakan juga pemberian bubuk abate kepada semua masyarakat untuk ditaruh pada wadah penampungan air guna mencegah adanya jentik nyamuk. Upaya pengasapan atau "fogging" juga tetap dilaksanakan pada sejumlah wilayah yang sudah ada kasus positif DBD.

"Dari upaya itu, PSN menjadi gerakan paling efektif karena mampu memusnahkan jentik nyamuk. Kalau pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya akan tetap berkembang biak," ujarnya.

Karena itu, tambahnya, peran aktif masyarakat melakukan PSN sangat penting sebab dengan tenaga yang sangat terbatas masyarakat tidak dapat mengandalkan pemerintah, apalagi hanya dengan mengandalkan "fogging". 

Baca juga: Jumlah penderita DBD di Mataram meningkat

 

Pewarta : Nirkomala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar