Hizbullah: Pendekatan Arab bertentangan dengan perkembangan regional

id Hizbullah,Pertemuan Puncak Arab,Al-Quds, Dataran Tinggi Golan

Hizbullah: Pendekatan Arab bertentangan dengan perkembangan regional

Ilustrasi Bendera Hizbullah (IRNA)

Beirut, Lebanon (ANTARA) - Gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, di dalam satu pernyataan, mengatakan pendekatan yang disahkan oleh negara Arab bertentangan dengan perkembangan yang dihadapi negara di wilayah tersebut.

Di dalam pernyataan yang dilihat oleh wartawan IRNA, Hizbullah menyatakan keputusan negara Arab dalam Pertemuan Puncak Liga Arab di Tunisia tidak sebanding dengan keputusan AS mengenai Al-Quds (Jerusalem) dan Dataran Tinggi Golan.

Meskipun para pemimpin negara Arab menggarisbawahi hak untuk merebut kembali Al-Quds dan Dataran Tinggi Golan tapi kebanyakan dari mereka mengikuti normalisasi hubungan dengan Israel, demikian isi pernyataan tersebut.

Menurut media Lebanon, Al-Manar, "Hizbullah juga menyampaikan kebanggaan pada sikap nasional Presiden Lebanon Michel Aoun mengenai Lebanon, Palestina dan Dataran Tinggi Golan serta penekanannya pada kepulangan pengungsi Suriah ke negara mereka, yang memelihara kepentingan Suriah dan Lebanon."

"Pernyataan itu juga memuji gerakan nasional Tunisia "yang mencerminkan nurani rakyat Arab dengan menegaskan dukungan buat perlawanan di Lebanon dan Palestina. Gerakan tersebut menekankan perlunya kembalinya Suriah ke Liga Arab dan memperlihatkan solidaritas buat rakyat Yaman, yang tertindas, dan menyerukan diakhirinya pemusnahan suku yang dilakukan terhadap mereka," kata Al-Manar, sebagaimana dikutip Kantor Berita Iran, IRNA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Menurut pernyataan itu, "Hizbullah juga memuji rakyat Palestina dan pawai besar mereka pada Hari Bumi, meskipun mereka menghadapi semua persekongkolan, blokade dan parang."

Baca juga: Pemimpin Arab kutuk keputusan AS mengenai Golan

Baca juga: Tunisia akan koordinasikan tanggapan Arab atas kebijakan AS

Baca juga: LA sambut laporan PBB yang tuduh Israel lakukan kejahatan perang


Sumber: IRNA

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar