Umat kristiani di Palu lakukan kebaktian sambil berkebaya Kartini

id paskah,hari kartini,kebaya,gereja di palu

Umat kristiani di Palu lakukan kebaktian sambil berkebaya Kartini

Polisi berjaga di depan gereja di Palu, Sulawesi Tengah. (ANTARA/Basri Marzuki)

Palu (ANTARA) - Umat kristiani di Palu, Sulawesi Tengah melakukan kebaktian ibadah paskah memperingati kebangkitan Isa Almasih sambil merayakan Hari Kartini dengan berkebaya.

Pantauan di sejumlah gereja di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu, Minggu, ibadah paskah kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan tersebut karena rata-rata perempuan menggunakan pakaian kebaya ala kartini dengan berbagai warna sehingga suasana kebaktian pun terasa berbeda.

Kebaktian paskah di beberapa gereja tampak cukup padat dihadiri jemaat dan juga dijaga petugas dari Polri/TNI.

Rata-rata jemaat juga membawa telur paskah yang sesampainya di gereja dikumpulkan. Kemudian usai kebaktian dibagikan kembali kepada jemaat yang masing-masing memperoleh satu butir telur yang telah dihiasi dan ditulis ayat-ayat alkitab dari perjanjian lama dan perjanjian baru.

Setiap jemaat yang mendapatkan telur paskah dapat membaca ayat alkitab yang ditulis di telur itu. Karena telur sudah direbus terlebih dahulu maka telur itu bisa langsung dimakan.

Sementara khotbah paskah rata-rata mengangkat soal kebangkitan Kristus (Isa Almasih) yang membawa kehidupan bagi umat manusia.

Kebangkitan Kristus, kata pendeta Rafles Loke STh di hadapan ratusan jemaat yang menghadiri kebaktian paskah di suatu gereja di bilangan jalan Manimbaya, Palu Selatan, bukti nyata bahwa Isa Almasih benar-benar bangkit pada hari ketiga atau hari Minggu.

Umat kristiani percaya bahwa sesudah kematian ada kehidupan. Kematian jasmani harus dialami oleh semua manusia yang ada di bawah kolong langit dan bumi ini, ujarnya.

"Tapi setelah kematian akan ada kehidupan baru yang kekal dimana tidak ada lagi kesusahan, penderitaan, masalah, kemiskinan dan lainnya. Yang ada di sorga adalah kesenangan,sukacita, damai dan kemuliaan," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Opsir Gereja Bala Keselamatan (BK) Korps II Palu, Semsali Hohoy.

Dalam khotbah pada kebaktian paskah di gereja yang terletak di bilangan jalan Kancil, Tatura Selatan itu, Opsir Semsali menjelaskan arti dan makna dari kebangkitan Isa Almasih (Yesus Kristus).

 Sejarah dan alkitab mencatat bahwa Isa Almasih benar mati, namun Dia juga bangkit di hari yang ketiga. Karena itu  di hari Minggu, umat kristen merayakan paskah yang merupakan hari kemenangan.

Paskah kali ini, kata dia juga berbeda dengan paskah sebelumnya, karena bertepatan dengan Hari Kartini. Karena itu, khusus kaum wanita kebanyakan memakai kebaya.

Baca juga: Jumat Agung di Katedral mendapat pengamanan petugas gabungan
Baca juga: Uskup Agung Jakarta minta masyarakat tidak termakan hoaks

Pewarta : Anas Masa
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar