Polisi : Sehari dua bus rem blong di jalur puncak, 15 orang terluka

id Sehari dua bus rem blong di jalur puncak, 15 orang luka, Laka, Puncak, Bogor, Libur, Longweekend, Kecelakaan, Polres Bogor

Polisi : Sehari dua bus rem blong di jalur puncak, 15 orang terluka

Bus mengalami rem blong di turunan selarong Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat, hingga menabrak ban di ujung jalur penyelamat yang tersedia. (M Fikri Setiawan).

Cisarua, Bogor (ANTARA) - Dua bus mengalami rem blong di jalur Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga terjadi kecelakaan di dua titik berbeda pada Minggu, akibatnya 15 penumpang bus mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri menjelaskan, kecelakaan pertama terjadi turunan selarong Kecamatan Megamendung pada pukul 12.00 WIB. Sedangkan satu lagi terjadi di turunan Widuri Kecamatan Cisarua pada pukul 16.00 WIB. Khusus kecelakaan bus di turunan Widuri tidak menyebabkan korban.

"Pada kecelakaan bus sekitar pukul 12.00 WIB di turunan selarong, ada sebanyak 15 orang korban mengalami luka," kata Fadli.

Laju bus yang dikendarai oleh Suharno (28) warga Kota Depok ini berhenti ketika menabrak ban yang tersedia di ujung jalur penyelamat, setelah sebelumnya melaju tak terkendali lantaran remnya mengalami blong.

Fadli mengatakan, bus pariwisata berisi 40 penumpang ini dalam kondisi tidak layak jalan. Sehingga mengakibatkan kecelakaan karena dipaksa jalan.

Setelah dievakuasi dari bus, 15 korban luka dari kecelakaan tunggal ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi.

"Sebanyak 15 orang luka ringan, sedangkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp15 juta," kata Fadli.

Berdasarkan catatan Polres Bogor, selama satu tahun ke belakang, jumlah kecelakaan di Kabupaten Bogor sebanyak 711 kasus. Angka tersebut meningkat 34,4 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 529 kasus. Sedangkan angka pelanggaran lalu lintas lebih tinggi lagi, dalam setahun ke belakang mencapai 79.269 kasus.

Menurutnya, angka pelanggaran ini berhasil ditekan jika dibandingkan dengan selama satu tahun sebelumnya. Penurunan mencapai 24,78 persen atau sebanyak 26.177 kasus dari total 105.386 kasus selama tahun 2017.

“Kasus kematian di jalan raya cukup memprihatinkan. Ini banyak menimpa kaum milenial. Maka kita mulai menyosialisasikan pentingnya keamanan dalam berkendara,” ujarnya.


Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar