KNKS perkenalkan industri dan gaya hidup halal kepada milenial

id industri halal,gaya hidup halal,KNKS,IIEFest 2019

KNKS perkenalkan industri dan gaya hidup halal kepada milenial

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah KNKS Bambang Brodjonegoro (tengah), Komisaris Utama Paytren Yusuf Mansyur (dua kiri), Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo Soedigno (kiri), Direktur Utama BRI Suprajarto (dua kanan), dan Direktur Utama BRI Syariah M Hadi Santoso (kanan) saat jumpa pers dengan awak media di Bandung, Jumat. (ANTARA/Citro Atmoko)

Bandung (ANTARA) - Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) memperkenalkan industri dan gaya hidup halal kepada masyarakat, terutama kaum milenial, melalui gelaran Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest) 2019 di Bandung, Jawa Barat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah KNKS Bambang Brodjonegoro mengatakan,bahwa saat ini bagi sebagian besar kaum muslim milenial mengonsumsi produk halal bukan sekadar sebuah kewajiban agama, melainkan sudah menjadi sebuah gaya hidup kekinian. Apalagi, gaya hidup tersebut  dipopulerkan banyak kalangan "influencer "melalui kampanye hijrah.

“Promosi gaya hidup halal adalah sebuah keharusan untuk mendorong industri halal menjadi salah satu penggerak utama gerakan arus baru ekonomi syariah," ujar Bambang saat menjadi pembicara kunci di IIEFest 2019 yang bertemakan "Halal Lifestyle di Era Milenial" di Bandung, Jumat.

Menurut Bambang, masa depan gaya hidup halal di kalangan milenial Indonesia terdapat paling tidak pada sektor perjalanan dan wisata halal, sektor busana muslim, serta sektor media dan rekreasi.

Secara agregat, pengeluaran terhadap sektor ekonomi syariah di Indonesia pada 2017 adalah sebesar 218,8 miliar dolar AS. Masyarakat Indonesia menghabiskan 10 miliar dolar AS untuk perjalanan dan wisata halal, 20 miliar dolar AS untuk busana muslim, dan 10 miliar dolar AS di sektor media dan rekreasi.

"Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia memiliki konsumen produk halal terbesar di pasar internasional. Untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah dan mendorong optimalisasi produk halal buatan sendiri melalui industri halal, Indonesia akan memaksimalkan kearifan lokal dalam menangkap peluang global," kata Bambang.

Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo Soedigno mengatakan bahwa IIEFest 2019 merupakan kegiatan awal yang diprakarsai oleh KNKS dalam rangka menjelang peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 pada 14 Mei 2019.

"Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarakat, sekaligus sebagai bentuk upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup halal," ujar Ventje.

Kegiatan IIEFest  terdiri atas bincang-bincang industri digital halal, pariwisata halal, "Islamic edutainment", "moslem modest fashion", dan pameran industri halal yang diramaikan pelaku industri, regulator, start-up milenial, UMKM, dan masyarakat umum.

Dalam tiga dasawarsa terakhir, ekonomi dan keuangan syariah berkembang pesat secara global maupun nasional. Data The State of the Global Islamic Economy Report 2018-2019 menunjukkan besaran pengeluaran makanan dan gaya hidup halal dunia di 2017 mencapai 2,1 triliun dolar AS dan diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 3 triliun dolar AS di 2023.

Faktor utama pertumbuhan tersebut adalah peningkatan jumlah penduduk muslim dunia yang mencapai 1,84 miliar jiwa di 2017 dan akan terus meningkat hingga 27,5 persen dari total populasi dunia di 2023. Peningkatan ini berdampak pada permintaan produk dan jasa halal yang terdiri atas makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, rekreasi dan halal travel, serta farmasi dan kosmetik halal.
 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar