Pemkot Depok gelar pasar murah di enam kelurahan

id pasar murah depok,pasar murah,pemkot depok,sembako,inflasi

Pemkot Depok gelar pasar murah di enam kelurahan

Ilustrasi - Warga mengantre membeli beras dalam operasi pasar murah. (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto Antara/ Rosa Panggabean/Dok).

Depok (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Jawa Barat, menggelar pasar murah di enam kelurahan yaitu Kelurahan Cinangka, Duren Mekar, Depok, Beji, Jatimulya, dan Abadijaya.

"Kami menyiapkan sebanyak 235 paket sembako untuk setiap kelurahan," kata Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok, Anim Mulyana di Depok, Jumat.

Ia mengatakan pasar murah ini digelar sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga di bulan Ramadhan.

"Kegiatan pasar murah tersebut selain sebagai upaya pemerintah untuk menekan laju inflasi, dan juga dapat membantu masyarakat prasejahtera dalam memperoleh sembako murah," katanya.

Waktu pelaksanaan pasar murah tersebut mulai 15-17 Mei 2019. Pada15 Mei di Cinangka dan Duren Mekar, 16 Mei di Depok dan Beji, serta 17 Mei di Jatimulya dan Abadijaya. Lokasi kegiatan di kantor kelurahan setempat.

Setiap paket sembako masing-masing paket berisi lima jenis barang yaitu 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung terigu, dan 1 botol sirop.

"Harganya Rp 65.000 per paket dari harga normal Rp 115.000 per paket. Atau mendapat subsidi 40 persen dari Pemkot Depok," katanya.

Ia menambahkan, demi kelancaran pasar murah, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kelurahan setempat untuk membagikan kupon kepada warga prasejahtera sebab, pasar murah ini diperuntukkan bagi warga prasejahtera yang memiliki kupon.

"Mudah-mudahan dengan adanya pasar murah dapat membantu warga, khususnya warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan puasa," ujarnya.

Sebelumnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok Jawa Barat juga menggelar psar murah di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sukmajaya, Pancoran Mas, dan Beji.

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar