Aktivitas di sentra ekonomi Depok mulai ramai

id sentra ekonomi depok,kota depok,pasar pucung,ekonomi depok

Aktivitas di sentra ekonomi Depok mulai ramai

Sentra perdagangan pakaian di Cipayung Depok. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Aktivitas perdagangan di sentra-sentra ekonomi di Kota Depok Jawa Barat, seperti pusat penjualan pakaian, pasar tradisional maupun pusat-pusat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi oleh konsumen.

"Saya buka toko sejak dua hari lalu, tapi masih sepi pembeli. Mulai hari ini mulai banyak yang berbelanja," kata Wati, salah seorang pedagang pakaian di sentra perdagangan pakaian Cipayung, Depok, Jabar, Senin.

Menurut Wati, sepinya pembeli pada dua hari sebelumnya dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum kembali dari kampung halamannya untuk berlebaran bersama keluarga.

"Kalau hari ini semua sudah mulai melakukan aktivitas kembali, jadi mulai banyak yang berbelanja kembali," katanya.

Ia mengatakan maraknya pembelian pakaian pada hari ini diketahui melalui pesanan daring di media sosial, mereka memesan untuk dikirim hari ini dan ada juga konsumen yang ingin datang pada hari ini.

Menurut Wati, para konsumen menyatakan akan kembali melakukan aktivitas pembelian pakaian untuk dijual kembali pada hari ini.

"Kalau disini banyak yang beli secara grosiran karena lebih murah, jadi banyak konsumen menjual kembali pakaian yang dibeli dari sini," ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota berikon belimbing tersebut. Misalnya saja di Pasar Tradisional Pucung Kalimulya, di mana juga banyak masyarakat yang mulai memadati kembali pasar tersebut.

Para pedagang di pasar tersebut hampir semuanya telah kembali membuka kiosnya untuk berjualan, baik pedagang daging, sayuran, daging ayam, dan juga perabot rumah tangga. Mereka berharap perdagangan hari mulai ramai.

"Sudah buka sejak kemarin namun belum terlalu ramai. Hari mulai ramai," kata seorang pedagang sayuran, Suwarni di pasar Pucung Depok.

Pewarta : Feru Lantara
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar