Badung (ANTARA) - Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Piero Pioppo mengatakan ekstremisme, radikalisme, dan terorisme harus ditolak dengan cara paling tegas.

"Kita harus menegaskan bahwa ekstremisme, radikalisme, terorisme, dan semua dorongan lain yang menciptakan kebencian, permusuhan, kekerasan dan perang, apa pun motivasi atau tujuannya, tidak berkaitan dengan semangat autentik agama, dan harus ditolak dengan cara yang paling tegas," kata Piero dalam G20 Religion Forum (R20) di Nusa Dua, Bali, Rabu, (2/11/2022).

Menurut dia, dunia semakin ditandai dengan pengabaian Tuhan dan pelanggaran yang dilakukan atas nama Tuhan. Oleh karena itu, semua manusia sebagai individu beriman dan pemimpin komunitas masing-masing harus mendorong jalan dialog timbal balik, cinta, dan rekonsiliasi yang mengarah pada perdamaian.

"Dalam hal ini, agama sama sekali bukan penyebab berbagai krisis yang kita hadapi saat ini, melainkan menjadi bagian dari solusi," katanya.

Dalam mengemban tanggung jawab tersebut, lanjut Piero, umat beragama akan sangat berkontribusi dalam membangun dunia yang semakin penuh persaudaraan, adil, dan damai.

Kontribusi khusus agama itu semakin menyoroti peran yang sangat diperlukan dari dialog antaragama dalam menyembuhkan luka umat manusia, membentuk etika kepedulian terhadap bumi, dan menabur benih harapan untuk masa depan lebih baik.

Bagi Piero, pertemuan R20 yang mendahului KTT G20 memberikan kesempatan tepat bagi para pemimpin dan perwakilan agama untuk bersama-sama merenungkan isu-isu dan kebutuhan tertentu yang bersifat mendesak di zaman ini.

"Dengan cara ini, usaha anda dapat berkontribusi untuk menyelesaikan berbagai krisis yang dihadapi umat manusia dan dengan demikian benar-benar melayani demi kebaikan saudara-saudara kita," ujar Piero.

Baca juga: Duta Besar Vatikan untuk Indonesia kunjungi NTT

Baca juga: Perang Ukraina membayangi kebaktian Jumat Agung di Vatikan






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes Vatikan: Ekstremisme harus ditolak dengan cara paling tegas

Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024